sekitarbandung.com – Pemulangan jenazah KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan pada Kamis malam, 3 Juli 2025, usai terjadinya musibah tenggelamnya kapal penyeberangan di Perairan Gilimanuk, Bali. Enam korban tewas dalam insiden tragis itu diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Banyuwangi menggunakan lima ambulans.
Baca Juga: Biodigester Pasar Gedebage Bandung: Solusi Baru Kurangi Sampah Organik Kota
Proses Pemulangan dan Identitas Korban
Setelah seluruh proses administrasi diselesaikan antara pihak kepolisian dan keluarga, pemulangan dilakukan sekitar pukul 20.10 WITA. Ambulans yang membawa jenazah melintasi Selat Bali menggunakan KM Jambo VI dari dermaga LCM, dikawal oleh Satlantas Polres Jembrana.
Salah satu kendaraan membawa jenazah ibu dan anak yang menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut. Keenam korban diidentifikasi sebagai berikut:
-
Anang Suryono, laki-laki, lahir 11 April 1966
-
Eko Sastria, laki-laki, lahir 2 September 1974
-
Elok Rumantini, perempuan, lahir 29 Juli 1991
-
Cahyani, perempuan, usia 45 tahun
-
Fitri April Lestari, perempuan, 21 tahun
-
Afnan Aqiel Mustafa, laki-laki, 3 tahun
Alamat keenam korban tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Respons Pemerintah dan Proses Investigasi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan bantuan psikososial bagi keluarga korban. Selain itu, mereka juga akan menerima santunan dari Kementerian Sosial dan BPBD setempat.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Dugaan sementara mengarah pada kerusakan mesin dan kelebihan muatan. Hasil investigasi resmi dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat.
🔗 Sumber: KNKT
Pesan untuk Masyarakat dan Langkah Lanjut
Kepala Basarnas Bali juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan aspek keselamatan pelayaran sebelum menyeberang. Penumpang diminta tidak memaksakan naik ke kapal yang melebihi kapasitas, serta selalu mengenakan pelampung keselamatan.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak—terutama operator kapal dan pengawas pelabuhan—bahwa keselamatan pelayaran tidak bisa dinegosiasikan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

