sekitarbandung.com – Insiden Ridwan Kamil debat bandara Ngurah Rai Bali menjadi sorotan setelah viral di TikTok, Sabtu 12 Juli 2025. Mantan Gubernur Jawa Barat tersebut tampak kecewa karena penerbangan Super Air Jet dari Denpasar ke Jakarta dibatalkan secara mendadak, meskipun pesawat sudah berada di apron.
Video yang dibagikan akun @verasilitonga5 memperlihatkan Ridwan Kamil sedang berdiskusi intens dengan petugas Airport Operation Center, yang mengenakan rompi hijau khas Angkasa Pura.
Baca Juga: Beras Oplosan Mengguncang Pasar: 212 Merek Diperiksa, Kerugian Rakyat Tembus Rp1.000 Triliun
Menurut laporan dari Kompas, eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil terlibat perdebatan dengan petugas Bandara Ngurah Rai akibat penundaan penerbangan Super Air Jet ke Jakarta selama hampir 12 jam. Kronologi lengkapnya:
-
Jadwal awal: 11 Juli 2025, pukul 21.30 WITA
-
Jadwal ulang pertama: Diundur ke 23.45 WITA
-
Jadwal ulang kedua: Dimajukan ke 01.40 WITA (12 Juli)
-
Pembatalan mendadak: Diumumkan 10 menit sebelum boarding
-
Penggantian jadwal: Diatur ulang untuk keberangkatan pukul 08.00 WITA keesokan harinya, dengan alasan resmi pengaspalan landasan pacu
Ridwan Kamil Desak Pihak Bandara Transparan
Dalam video, Ridwan Kamil menyampaikan kekecewaannya karena tidak bisa berbicara langsung dengan General Manager bandara.
“Kalau GM terminal tidak mau bicara, siapa yang bertanggung jawab? Kita ini penumpang, bukan pengemis,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa SOP bukan kitab suci, yang artinya harus ada fleksibilitas dalam pengambilan keputusan teknis terutama jika pesawat sudah siap dan penumpang sudah menunggu selama berjam-jam.
5 Fakta Mengejutkan soal Insiden Ini
-
Pembatalan terjadi 10 menit sebelum keberangkatan, setelah dua kali delay.
-
Pesawat Super Air Jet sudah siap di apron, namun tidak diizinkan terbang.
-
Alasan pembatalan adalah pengaspalan landasan pacu, yang seharusnya terjadwal.
-
Penumpang tidak diberi penjelasan langsung oleh pimpinan bandara.
-
Ridwan Kamil sebagai publik figur tetap diperlakukan seperti penumpang biasa, tanpa akses ke pengambil keputusan.
Imbas di Media Sosial dan Belum Ada Klarifikasi Resmi
Video perdebatan itu menyebar luas dan menuai komentar netizen. Sebagian besar mendukung langkah Ridwan Kamil untuk meminta kejelasan transparansi dan perlindungan konsumen dalam layanan penerbangan.
Sampai artikel ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Super Air Jet maupun Angkasa Pura I.
Peristiwa Ridwan Kamil debat bandara bukan hanya soal protes seorang tokoh publik, tapi juga membuka ruang diskusi mengenai hak penumpang, pentingnya transparansi, dan keandalan operasional maskapai serta bandara.
Jika kasus ini ditangani dengan baik, bisa menjadi preseden positif bagi perbaikan layanan transportasi udara di Indonesia.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

