sekitarbandung.com – Siau Barat, Sitaro, Sulawesi Utara – Di balik keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terselip peran penting dari pelaku usaha kecil di daerah. Salah satunya adalah UMKM Aiko Maju, milik Jane Katang, yang kini menjadi UMKM pemasok program MBG di lebih dari 154 sekolah di Kepulauan Sitaro.
Dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jane berhasil memperluas usaha distribusi sembako, menjangkau sekitar 2.400 siswa dari PAUD hingga SMA di wilayah yang memiliki tantangan logistik tinggi.
Baca Juga: Bendera One Piece HUT RI 80 Jadi Fenomena Sosial, Ini Kata Arlan Siddha
Dari Rumah Makan ke Dapur Umum Program MBG
Jane merintis Aiko Maju dari usaha rumah makan dan percetakan. Saat MBG mulai diluncurkan di Sitaro, ia melihat peluang besar dan segera memperluas lini usaha ke penyediaan bahan pangan pokok.
“Awalnya saya hanya suplai beras dan telur. Setelah dapat KUR dari BRI, saya bisa tambah stok, alat angkut, dan bisa suplai lebih banyak sekolah,” tutur Jane.
UMKM Pemasok Program MBG di Wilayah Kepulauan: Tangguh Hadapi Tantangan
Menjadi pemasok utama di pulau bukanlah perkara mudah. Jane harus mengelola pengiriman bahan makanan dari Manado ke Siau, sembari menjaga kualitas agar tidak rusak di perjalanan.
“Beberapa buah bisa saya ambil dari Siau. Tapi daging, susu, dan sebagian sayuran harus saya atur dari luar. Kalau kapal terlambat, saya rugi. Jadi semua harus presisi,” jelasnya.
Untuk menyiasati itu, ia bekerja sama langsung dengan nelayan dan petani lokal agar beberapa kebutuhan bisa diserap dari dalam pulau.
Sinergi BRI dan UMKM: Modal Usaha untuk Ketahanan Gizi Anak
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung UMKM yang masuk ke rantai pasok strategis, termasuk program MBG.
“Kami percaya peran UMKM seperti Aiko Maju sangat krusial. Tanpa pemasok yang adaptif dan kuat, dapur umum tidak akan bisa memenuhi standar gizi untuk anak-anak,” ujarnya.
UMKM Pemasok Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal & Gizi Nasional
Tak hanya memperkuat ekonomi Jane dan timnya, keberadaan UMKM pemasok program MBG seperti Aiko Maju telah menciptakan efek domino bagi warga Siau Barat. Beberapa warga kini dilibatkan sebagai pengantar, pengepak, dan pengelola logistik.
“Ini bukan cuma soal jual beli sembako. Ini soal tanggung jawab sosial. Anak-anak sekolah adalah masa depan. Kalau gizinya baik, masa depannya juga baik,” pungkas Jane.
UMKM seperti Aiko Maju adalah contoh nyata bahwa pelaku usaha perempuan di daerah terpencil bisa memiliki peran besar dalam program nasional. UMKM pemasok program MBG tak hanya menyalurkan bahan makanan, tetapi juga menyediakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi bangsa.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

