sekitarbandung.com – Akad Massal KUR BRI kembali menjadi sorotan nasional setelah mendukung pembiayaan bagi 800.000 debitur di seluruh Indonesia. Program ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata BRI dalam memperluas akses modal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Acara Akad Massal KUR BRI yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, juga dirangkaikan dengan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP), dua inisiatif besar yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sejumlah pejabat tinggi, dan pelaku usaha mikro dari seluruh provinsi.
Peran Strategis Akad Massal KUR BRI dalam Ekonomi Nasional
Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peran KUR sebagai motor penggerak wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja.
“Pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp300 triliun tahun ini. Dengan dukungan lembaga seperti BRI, kita berharap semakin banyak pelaku usaha produktif yang tumbuh di berbagai sektor,” ujarnya.
Hingga akhir September 2025, BRI telah menyalurkan Rp130,2 triliun KUR kepada 2,84 juta debitur, atau setara dengan 74,40% dari alokasi nasional. Dari total tersebut, 64,31% tersalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan industri pengolahan.
Baca Juga: Solusi Proteksi Hadapi Inflasi, Prudential Syariah Hadirkan Warisan Finansial yang Tahan Waktu
Fokus Akad Massal KUR BRI: Penguatan Sektor Produksi dan Pertanian
Sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar dari Akad Massal KUR BRI, dengan total pembiayaan mencapai Rp58,37 triliun atau hampir 45% dari seluruh KUR yang disalurkan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, fokus tersebut selaras dengan misi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa.
“Kami ingin memastikan KUR yang disalurkan tidak hanya memberikan modal, tapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.
Program KUR yang dilaksanakan secara massal ini juga melibatkan ribuan UMKM dari sektor pertanian, kerajinan, dan jasa lokal, yang secara langsung membuka peluang kerja di tingkat desa.
Kredit Program Perumahan (KPP): Sinergi untuk Hunian Layak
Selain KUR, Kredit Program Perumahan (KPP) menjadi langkah lanjutan BRI untuk memperluas akses pembiayaan perumahan rakyat.
Program ini dirancang dua arah: dari sisi supply, pembiayaan diberikan kepada pengembang lokal dan kontraktor kecil; sementara dari sisi demand, masyarakat dapat mengakses pembiayaan rumah, pembangunan, hingga renovasi dengan skema ringan.
“Melalui KPP, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki pekerjaan, tapi juga tempat tinggal yang layak,” tambah Hery Gunardi.
BRI Dorong Ekonomi Inklusif dan Digitalisasi UMKM
Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI terus mendorong digitalisasi ekosistem UMKM lewat program seperti Desa BRILiaN dan BRIncubator.
Melalui sinergi pembiayaan dan pendampingan digital, BRI membantu pelaku usaha kecil beradaptasi dengan era digital dan memperluas pasar hingga ke tingkat global.
“Akad Massal KUR BRI ini bukan hanya pembiayaan, tapi momentum memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Hery Gunardi.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

