Sekitarbandung.com – Pada Sabtu, 11 April 2026 menjadi momen bersejarah bagi Beliebers. Justin Bieber kembali ke panggung melalui main stage Coachella, disambut lautan penonton dan sederet artis dunia yang hadir langsung.
Alih-alih membawakan lagu lamanya, Justin malah fokus ke album baru. Lagu-lagu yang dulu membesarkan namanya hanya diputar melalui video, bukan dinyanyikan secara langsung.
Di ujung penampilan, Justin akhirnya membawakan lagu-lagu hits lamanya dengan cara tidak terduga. Ia mencari lagunya di YouTube, lalu karaoke bareng seluruh penonton. Dari “Baby” sampai “Beauty and a Beat” ikut meramaikan momen itu.
Sayangnya semua lagu itu hanya dibawakan dalam format medley sekitar 7 menit, dicampur potongan video meme dirinya. Wajar kalau banyak Beliebers merasa kurang puas dan berharap bisa mendengarkan versi live penuhnya.
Baca Juga: 6 Fakta tentang China yang Terdengar Palsu, tetapi 100 Persen Nyata
Salah satu alasan yang ramai dibahas yaitu keputusan Justin jual katalog musiknya ke Hipgnosis Songs Capital pada tahun 2023. Nilainya tidak main-main, sekitar 200 juta dolar AS atau lebih dari Rp3 triliun.
Hipgnosis kini memegang hak atas 290 lagu Justin Bieber sebelum tahun 2021, dari “Baby” sampai “Sorry”. Jadi setiap kali lagunya diputar di mana pun, uang terbesarnya masuk ke kantong mereka.
Alasan penjualan ini masih menjadi misteri. The Hollywood Reporter sempat memuat klaim dari mantan karyawan Justin bahwa ia terlilit utang jutaan dolar setelah Justice World Tour dibatalkan karena masalah kesehatan pada tahun 2022.
Pihak Justin langsung membantah kabar itu. Mengutip Daily Mail, mereka menyebut berita tersebut sensasional, tidak berdasar, dan berasal dari sumber yang kecewa karena sudah tidak bekerja dengan Justin.
Baca Juga: 8 Fakta tentang Korea Utara yang Terdengar Palsu, tetapi 100 Persen Nyata

