Sekitarbandung.com – Bayangkan kita hidup di tempat yang melarang kamu merasa lebih hebat dari orang lain dan pamer kekayaan. Ini adalah “Law of Jante”.
Hal tersebut bukan hukum resmi negara, melainkan peraturan sosial tidak tertulis yang mendarah daging di Denmark, Norwegia, dan Swedia.
Muncul dari novel Aksel Sandemose pada tahun 1933. Isinya ada 10 peraturan yang intinya satu, yaitu “Jangan merasa kamu itu spesial.”
Peraturan ini menjaga kesetaraan. Tidak boleh ada yang merasa lebih pintar, lebih baik, atau lebih tahu segalanya dari orang lain.
Efeknya yaitu orang kaya tidak pamer, bos tetap rendah hati, dan kecemburuan sosial di sana menjadi rendah banget.
Secara sosiologis, ini menjadi alasan negara Nordik selalu bahagia. Fokus mereka adalah kemajuan kolektif, bukan hanya tentang sukses sendirian.
Namun, ada sisi gelapnya. Jante bisa mematikan ambisi individu dan membuat orang berbakat merasa “salah” kalau mereka menonjol.
Fenomena ini kurang lebih mirip “Tall Poppy Syndrome”. Bunga yang tumbuh terlalu tinggi harus dipotong agar tingginya tetap sama.
Walau mulai pudar karena internet, Jante tetap menjadi alasan mengapa mereka lebih suka hidup simpel daripada pamer kemewahan.
Kalau menurut kamu lebih baik hidup setara tanpa pamer atau bebas berkompetisi meski harus saling iri satu sama lain?
Baca Juga: Eksperimen Sosial yang Paling Kontroversial di Singapura, Pemerintah Atur Rakyat Punya Anak

