Sekitarbandung.com – Menjelang musim mudik, Wargi Jawa Barat perlu mengetahui sejumlah alternatif jalur yang bisa digunakan untuk menghindari kepadatan lalu lintas saat perjalanan menuju kampung halaman.
Penanganan pengalihan jalur tersebut memerlukan pemenuhan fasilitas perlengkapan berupa RPPJ portable (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) pada jalur-jalur alternatif.
Selain itu, aparat kewilayahan desa/kelurahan dan masyarakat juga dapat berperan aktif untuk membantu pengaturan lalu lintas pada jalur-jalur alternatif.
Alternatif Jalur Utara
- Sukamandi – Kalijati (22 Km)
- Pamanukan – Subang (31 Km)
- Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 Km)
- Haurgeulis – Patrol (19 Km)
- Cikamurang – Jangga (35 Km)
- Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 Km)
- Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 Km)
- Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 Km)
Alternatif Jalur Tengah
- Subang – Lembang – Bandung (41 Km)
- Sumedang – Jalan Cagak – Wanayasa – Purwakarta (85 Km)
- Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 Km)
- Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 Km)
Baca Juga: Mudik Nyaman dan Lingkungan Tetap Aman, Yuk Mudik Minim Sampah!
Alternatif Jalur Selatan
- Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung (78 Km)
- Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 Km)
- Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 Km)
- Malangbong – Wado (15 Km)
- Parakan Muncang – Warung Simpang (9 Km)
Informasi jalur alternatif ini dapat menjadi referensi bagi para pemudik agar perjalanan menuju kampung halaman tetap lancar meskipun terjadi kepadatan di jalur utama.
Dengan mengetahui rute-rute tersebut, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik dan memilih jalur yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan.
Selain itu, pemudik juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama perjalanan agar mudik tetap aman dan nyaman.
Baca Juga: Peta Pergerakan dan Jalur Mudik 2026, Kamu Lewat Mana?

