Sekitarbandung.com – Seorang anak yang mengumandangkan adzan di depan makam ayahnya yang tercatat sebagai korban pesawat ATR 42-500 belakangan ini menjadi sorotan di media sosial.
Dilansir dari unggahan akun TikTok @hentriwibowo pada Kamis (22/1/2026), terlihat anak semata wayang almarhum Deden Maulana tersebut sempat berhenti beberapa saat saat melakukan adzan, diduga karena dadanya terasa sakit.
Dalam unggahannya, suara anak itu terdengar parau, napasnya terengah-engah, dan di sepanjang kalimat adzan yang ia kumandangkan, air matanya terus mengalir tak tertahankan.
Unggahan tersebut sontak menarik perhatian para netizen. Banyak dari mereka yang mengaku terharu sekaligus sedih saat mendengarkan adzan yang dikumandangkan oleh anak tersebut.
Selain itu, sejumlah warganet juga menyoroti bahwa apa yang dilakukan anak itu dinilai benar. Jika ayah meninggal dunia, maka yang mengumandangkan adzan adalah anak laki-lakinya.
Diketahui, Deden Maulana merupakan salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang mengalami musibah di pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, pada beberapa waktu lalu.
Sebagai Putra Terbaik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, ia gugur dalam bertugas. Terima kasih atas jasa dan pengabdianmu dalam menjaga laut Nusantara.
Momen ini menjadi pengingat tentang kuatnya ikatan antara ayah dan anak, serta ketegaran seorang anak dalam menghadapi kehilangan besar dengan penuh doa dan ketulusan.

