sekitarbandung.com – Peristiwa mengejutkan terjadi di Baleendah, Kabupaten Bandung, ketika anggota ormas serang pemilik toko elektronik setelah anak salah satunya ditolak bekerja. Kejadian ini berlangsung Kamis malam (21/8/2025) dan langsung viral di media sosial.
Anggota Ormas Serang Pemilik Toko, Apa Penyebabnya?
Insiden bermula saat anak salah satu pelaku melamar pekerjaan di sebuah toko elektronik di Jalan Raya Simpang Siliwangi. Namun, lamaran tersebut tidak diterima. Merasa kecewa, ayah si pelamar datang bersama rekannya yang juga disebut anggota ormas.
Tanpa pikir panjang, keduanya masuk ke dalam toko dan melampiaskan amarah dengan mengancam pegawai. Aksi itu sempat direkam warga yang kemudian menyebarkannya ke media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk premanisme yang meresahkan.
Baca Juga: Hunian Layak Bandung: 1.080 Warga Resmi Terima Rumah dari bank bjb
Polisi Cepat Amankan Pelaku di Lokasi
Laporan warga yang masuk melalui layanan darurat 110 segera direspons polisi. Sekitar pukul 20.30 WIB, tim Polsek Baleendah dipimpin AKP Hendri Noki Rukmansyah datang ke lokasi. Dua pria berinisial TM dan DE berhasil diamankan tanpa perlawanan.
“Petugas kami langsung bertindak cepat untuk menghentikan keributan dan mengamankan dua pelaku,” ujar Kapolsek Baleendah.
Kedua pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Baleendah untuk menjalani pemeriksaan.
Respon Masyarakat dan Peringatan Polisi
Kasus anggota ormas serang pemilik toko ini menambah daftar panjang praktik main hakim sendiri di Kabupaten Bandung. Polisi menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan, apalagi dengan mengatasnamakan ormas.
Kapolsek Hendri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Warga diminta segera melaporkan tindak kriminal ke layanan darurat 110 atau WhatsApp Lapor Kapolresta Bandung di nomor 0822-1115-9110.
Premanisme, Masalah Lama yang Harus Dituntaskan
Fenomena premanisme bukan hanya terjadi di Bandung. Beberapa kota besar lain juga mengalami hal serupa. Misalnya, Polda Metro Jaya pernah menggelar operasi pemberantasan premanisme di Jakarta yang terbukti efektif menekan angka kriminalitas jalanan.
Langkah-langkah seperti itu bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk mencegah kasus serupa. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penyelesaian masalah melalui jalur hukum juga menjadi hal mendesak.
Kasus anggota ormas serang pemilik toko di Baleendah adalah pengingat keras bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah, justru merugikan banyak pihak. Kecepatan polisi dalam bertindak sangat penting agar situasi tidak semakin meluas.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

