sekitarbandung.com – Odading Bandung memang sudah akrab di lidah banyak orang. Bentuknya seperti bantal kecil, rasanya manis gurih, dan selalu jadi teman kopi sore yang pas di tengah udara dingin kota kembang. Tapi siapa sangka, di balik roti goreng sederhana ini, ada kisah asal usul nama yang justru lahir dari salah paham antara pedagang pribumi dan anak Belanda.
Konon, pada masa kolonial, seorang pedagang pribumi menjajakan roti goreng tanpa nama di kawasan pemukiman orang Belanda. Saat itu, seorang bocah Belanda menunjuk jajanan tersebut sambil berkata, “Mammie, koop dat voor mij!” (Mama, belikan itu untukku). Ibunya menjawab santai, “O, dat ding?” yang berarti “Oh, benda itu?”.
Pedagang pribumi yang mendengar percakapan itu mengira “odading” adalah nama jajanan tersebut. Sejak saat itu, sebutan itu melekat, hingga akhirnya dikenal luas sebagai odading.
Cerita unik ini sempat ditulis oleh sastrawan Remy Sylado dalam bukunya 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing.
Dari Camilan Pinggir Jalan Jadi Ikon Kuliner Bandung
Odading bukan sekadar makanan ringan. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Sunda yang melampaui generasi. Biasanya dijual bersama cakwe dan donat di gerobak kecil di pinggir jalan Bandung.
Namun, popularitasnya benar-benar meledak pada tahun 2020, ketika sosok Ade Londok mempromosikan Odading Mang Oleh dengan gaya khasnya. Kalimat viral “Rasanya seperti Anda menjadi Iron Man!” langsung membuat odading naik daun di media sosial.
Gerobak sederhana di Jalan Baranangsiang itu mendadak diserbu pembeli, bahkan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat kala itu, sempat datang langsung mencicipinya. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya peran media sosial dalam mengangkat kuliner lokal ke panggung nasional.
Nama Odading di Berbagai Daerah
Meski di Bandung disebut odading, di berbagai daerah Indonesia jajanan ini punya nama berbeda. Menurut pemerhati bahasa Ivan Lanin, sebutannya bervariasi:
-
Semarang: Bolang-baling
-
Yogyakarta: Galundeng
-
Solo: Gembukan
-
Banyumas: Golang-galing
-
Jakarta: Kue bantal
-
Medan: Kue bohong
-
Banjarmasin: Kue untuk-untuk
-
Malang: Roti goreng
-
Gresik: Mandel
-
Manado: Brot goreng
Menariknya, di luar negeri pun ada camilan serupa: Beignet di Prancis, Oliebollen di Belanda, hingga Bakhomri di Arab.
Baca Juga: Hidden Gem Kuliner Bandung: 5 Tempat Makan Legendaris yang Bikin Ketagihan
Warisan Rasa yang Tetap Bertahan
Kini, odading bukan hanya dijual di pinggir jalan. Banyak kafe di Bandung yang menyajikan odading modern dengan tambahan gula karamel, keju leleh, hingga topping cokelat. Inovasi ini membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap bisa relevan di era kekinian.
Lebih dari sekadar camilan, odading adalah kenangan masa kecil bagi banyak warga Bandung aroma manis yang mengingatkan pada masa pulang sekolah dan berhenti sejenak di tukang odading depan gang.
Jadi, kalau kamu sedang berkunjung ke Bandung, jangan lewatkan kesempatan mencicipi odading legendaris yang lahir dari salah paham, tapi meninggalkan rasa manis di hati.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

