sekitarbandung.com – Warga dan wisatawan diimbau untuk bersiap menghadapi kepadatan lalu lintas di Kota Bandung pada akhir pekan ini, Sabtu–Minggu, 18–19 Oktober 2025. Pasalnya, sejumlah ruas jalan utama akan ditutup sementara untuk mendukung pelaksanaan Asia Africa Festival 2025 Bandung serta beberapa agenda besar lain seperti konser musik, pasar seni, hingga pameran pernikahan.
Kegiatan tahunan berskala internasional ini diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan negara, mengingat Asia Africa Festival (AAF) merupakan perayaan budaya untuk memperingati semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 yang bersejarah.
Rekayasa Lalu Lintas dan Jalan yang Ditutup
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di beberapa titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan selama acara berlangsung.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha Utama menjelaskan bahwa beberapa ruas jalan akan ditutup total sejak pagi hingga acara berakhir.
“Jalan Asia Afrika, Jalan Braga Pendek, Jalan Ir. Soekarno, dan Jalan Cikapundung Barat akan kami tutup sementara. Arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur alternatif seperti Jalan Lengkong Besar dan Jalan Naripan,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).
Selain itu, beberapa titik akan diberlakukan sistem contra flow untuk memperlancar arus kendaraan. Pengendara diimbau memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan.
Baca Juga: Pengawasan Dapur Makanan Bergizi Bandung Diperketat, Dinkes Pastikan Keamanan Pangan
Kantong Parkir Disiapkan di Sejumlah Titik
Untuk menghindari parkir liar di kawasan acara, Dishub Kota Bandung telah menyiapkan beberapa kantong parkir resmi. Lokasinya antara lain:
-
Area Balai Kota Bandung
-
Wastukencana Parkir Area
-
Taman Dewi Sartika
-
Kantor Pos Belakang
-
Parkir BJB Syariah Braga
-
Basement Alun-Alun Bandung
-
Jalan ABC dan Terusan Naripan
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi menegaskan, petugas Dishub akan berjaga di lapangan untuk mengantisipasi praktik “getok parkir” atau penarikan tarif di luar ketentuan.
“Tarif parkir harus sesuai peraturan wali kota. Kami tidak segan menindak petugas parkir nakal,” ujarnya.
Deretan Agenda Padat Akhir Pekan di Bandung
Selain Asia Africa Festival 2025, sejumlah acara besar juga digelar bersamaan, berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di berbagai kawasan wisata Bandung.
-
Pasar Seni ITB 2025
Diselenggarakan di Kampus ITB Ganesha pada 18–19 Oktober, menghadirkan ratusan seniman, pameran karya, hingga pertunjukan musik dan instalasi kreatif. -
Indonesia Traditional Wedding Festival 2025
Berlangsung di Sudirman Grand Ballroom, menampilkan vendor pernikahan, peragaan busana adat, hingga talkshow seputar tren pernikahan tradisional. -
Bazar Bayar Pakai Sampah
Program inovatif Pemkot Bandung di Balai Kota, bagian dari rangkaian HUT ke-215 Kota Bandung. Masyarakat bisa menukar sampah anorganik dengan kebutuhan pokok. -
Indonesia Game Experience Bandung 2025
Festival gim berskala nasional yang digelar di Cihampelas Walk sejak 16 Oktober, menampilkan turnamen e-sport, pameran teknologi, dan demo gim lokal. -
Konser Musik “Semua Tentang Kita”
Grup legendaris Peterpan akan reuni di Eldorado Dome pada Minggu (19/10/2025), bersama bintang tamu Tiara Andini, Fiersa Besari, dan Ello. -
Braga Free Vehicle
Jalan Braga ditutup total untuk kendaraan sejak Sabtu dini hari hingga Minggu malam, sebagai ruang publik bagi pejalan kaki dan wisatawan.
Imbauan untuk Warga dan Wisatawan
AKBP Wahyu mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama menikmati rangkaian acara.
“Hindari membawa barang berharga berlebihan, awasi anak-anak, dan ikuti arahan petugas di lapangan. Kami ingin acara ini berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” ucapnya.
Sementara itu, Pemkot Bandung juga mengimbau warga agar menggunakan transportasi umum atau parkir di area yang telah disediakan. Alternatifnya, pengunjung dapat memanfaatkan layanan Bandros atau Trans Metro Bandung yang akan beroperasi dengan rute khusus selama festival.
Asia Africa Festival 2025: Mengangkat Semangat Persaudaraan Dunia
Asia Africa Festival menjadi simbol solidaritas antarbangsa yang berakar dari nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Gedung Merdeka Bandung. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Unity in Culture, Harmony in Diversity”, menonjolkan keberagaman budaya Asia dan Afrika sebagai kekuatan untuk perdamaian global.
Pawai budaya akan menampilkan delegasi dari berbagai negara peserta KAA serta perwakilan daerah dari seluruh Indonesia. Karnaval akan dimulai dari Jalan Asia Afrika menuju Gedung Merdeka, disertai atraksi tari, musik tradisional, dan pertunjukan busana khas.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan resmi melalui laman Pemkot Bandung atau Dishub Kota Bandung untuk mendapatkan pembaruan seputar rekayasa lalu lintas selama Asia Africa Festival 2025 Bandung berlangsung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

