sekitarbandung.com – Akhir pekan lalu, Sabtu (30/8/2025), suasana di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat terasa berbeda. Masyarakat menyambut peresmian Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan, sebuah galeri seni yang kini hadir dengan wajah baru sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi.
Acara peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita sekaligus pembukaan Pameran Seni Rupa MASAGI: Disability Art Exhibition 2025 bertema “Silent Memories, Resonant World”. Kehadiran pameran ini menegaskan komitmen Bale Seni Barli untuk menjadi ruang inklusif, tidak hanya bagi seniman umum tetapi juga bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Unisba Dirikan Posko Kesehatan untuk Korban Demo Ricuh di DPRD Jawa Barat
Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan Hadir dengan Visi Baru
Pelaksana Harian Bale Seni Barli, Efi Gunawan, menyampaikan bahwa sejak berdiri tahun 2002, Bale Seni Barli sudah dikenal sebagai ruang apresiasi seni rupa. Kini, di lokasi barunya, Bale Seni Barli memperluas perannya menjadi culture park, creative park, sekaligus wisata edukasi.
“Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan tidak hanya menampilkan seni rupa. Kami juga menghadirkan seni pertunjukan seperti wayang golek, tari tradisional, hingga musik pencak yang bisa dinikmati masyarakat setiap akhir pekan,” ungkapnya.
Selain itu, pengunjung dapat belajar membatik, membuat angklung, atau mencoba kuliner khas Sunda melalui program hands-on experience.
Untuk informasi tambahan mengenai program pelestarian seni budaya Jawa Barat, pembaca bisa mengunjungi situs Disparbud Jabar.
Ruang Edukasi dan Kolaborasi bagi Masyarakat
Keunggulan Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan adalah konsep edukasi kreatif. Setiap pengunjung diajak berpartisipasi, tidak sekadar menonton.
“Contohnya, saat mengenal wajit, pengunjung bukan hanya membeli. Mereka bisa melihat langsung proses pembuatannya. Begitu juga dengan angklung, masyarakat bisa praktik membuat alat musik ini,” jelas Efi.
Selain itu, fasilitas Bale Seni Barli juga bisa dimanfaatkan komunitas lokal. Sanggar tari, padepokan pencak silat, hingga kelompok belajar sekitar diizinkan menggunakan ruang latihan tanpa harus membayar sewa.
Dukungan Pemerintah untuk Bale Seni Barli
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengapresiasi hadirnya Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan. Menurutnya, galeri ini akan memperkuat identitas seni dan budaya di daerah.
“Saya harap Bale Seni Barli bisa menjadi destinasi wisata budaya yang membanggakan Bandung Barat. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh keberadaannya,” ujar Jeje.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan Bale Seni Barli akan dilibatkan dalam agenda resmi pemerintah, termasuk Hari Jadi Bandung Barat.
Untuk melihat agenda seni dan budaya tingkat nasional, pembaca juga dapat mengakses laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Masa Depan Bale Seni Barli di Kota Baru Parahyangan
Dengan wajah baru yang modern, Bale Seni Barli Kota Baru Parahyangan siap menjadi pusat seni yang inklusif, mendidik, sekaligus menghibur. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Bandung Barat serta melahirkan generasi baru pecinta seni.
Efi menegaskan: “Kami ingin Bale Seni Barli menjadi rumah seni bersama, tempat semua kalangan bisa belajar, berkreasi, dan menikmati budaya Indonesia.”
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

