sekitarbandung.com – Banjir besar yang melanda Bali sejak Selasa (9/9/2025) membawa dampak serius bagi masyarakat. Ribuan rumah tergenang, akses jalan terputus, dan puluhan ribu warga terdampak. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan korban banjir Bali agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Bantuan Korban Banjir Bali Sudah Disalurkan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa distribusi logistik sudah berjalan sejak awal bencana. “Teman-teman Tagana dan tim PSKBA sudah turun ke Bali untuk penanganan darurat,” ujarnya.
Bantuan logistik disalurkan dari dua titik utama:
-
Gudang Sentra Paramita Mataram
-
Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali
Barang bantuan yang sudah didistribusikan meliputi:
-
2.000 paket makanan siap saji
-
500 kasur dan 500 selimut
-
600 family kit
-
318 kids ware
-
Tenda gulung dan tenda portabel keluarga
Menurut data Kemensos, bantuan ini telah menjangkau Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Jembrana, tiga daerah yang paling parah terdampak banjir.
Baca Juga: BRI Pemberdayaan WBP Nusakambangan melalui BLK dan Program Kelapa
Dapur Umum untuk Warga Terdampak
Selain logistik, Kemensos juga mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba, Klungkung. Dapur umum ini menyediakan makanan hangat bagi warga yang kehilangan akses memasak akibat rumah mereka terendam banjir.
“Kami berupaya agar tidak ada warga yang kesulitan mendapat makanan. Tagana bersama relawan setempat menyiapkan ribuan porsi setiap harinya,” jelas Gus Ipul.
Santunan Bagi Keluarga Korban Meninggal
Banjir di Bali juga merenggut korban jiwa. Data sementara menunjukkan ada 4 orang meninggal dunia. Kemensos telah melakukan verifikasi untuk menyalurkan santunan bagi ahli waris.
Santunan ini diberikan sebagai bentuk perhatian negara kepada keluarga korban. “Kami ingin memastikan hak-hak korban terpenuhi, baik berupa bantuan darurat maupun santunan,” kata Mensos.
Koordinasi dan Pemulihan Jangka Panjang
Selain penanganan cepat, Kemensos juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, BNPB, serta lembaga terkait untuk merencanakan pemulihan pasca-banjir. Fokus utama meliputi:
-
Penyediaan hunian sementara
-
Bantuan trauma healing untuk anak-anak
-
Pendampingan sosial agar warga bisa bangkit secara ekonomi
BNPB menegaskan bahwa hujan ekstrem di Bali masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau tetap waspada terhadap banjir susulan.
Data resmi perkembangan bencana dapat dipantau melalui situs BNPB Indonesia.
Informasi santunan korban bencana bisa diakses di laman Kementerian Sosial RI.
Suara Warga Bali
Sejumlah warga yang menerima bantuan mengaku terbantu dengan hadirnya dapur umum dan distribusi logistik. “Kami sudah tidak bisa memasak karena rumah terendam. Alhamdulillah ada bantuan makanan setiap hari,” ungkap Ni Luh, warga Denpasar.
Sementara itu, relawan Tagana menuturkan bahwa tantangan terbesar adalah akses jalan yang masih terputus di beberapa titik. Namun, distribusi tetap dilakukan dengan dukungan aparat TNI dan Polri.
Harapan dan Solidaritas
Bantuan korban banjir Bali diharapkan bukan hanya meringankan beban warga terdampak, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata ruang dan sistem drainase agar bencana serupa tidak terulang.
Mensos Saifullah Yusuf menutup dengan pesan solidaritas: “Mari kita bahu membahu membantu saudara kita di Bali. Dengan gotong royong, semua bisa segera pulih.”
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

