Bazaar Berdaya Bersama 2025: 50+ Pelaku Usaha Pamerkan Produk Unggulan di Braga

sekitarandung.com – Lebih dari 50 pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah menampilkan produk-produk unggulan mereka dalam acara Bazaar Berdaya Bersama 2025

Aracely Azwa

Bazaar Berdaya Bersama 2025: 50+ Pelaku Usaha Pamerkan Produk Unggulan di Braga

sekitarandung.com – Lebih dari 50 pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah menampilkan produk-produk unggulan mereka dalam acara Bazaar Berdaya Bersama 2025 yang berlangsung di Jalan Braga Pendek, Kota Bandung, Sabtu (21/6/2025). Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pelatihan intensif Bootcamp Berdaya Bersama yang digelar pada 18–20 Juni 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Pelatihan dan Pameran Produk di Jantung Kota Bandung

Bazaar ini diinisiasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Kemenko PM. Tujuannya adalah memberikan ruang selebrasi sekaligus praktik langsung bagi para peserta pelatihan untuk memasarkan dan mempresentasikan produk mereka kepada publik, pelaku industri, hingga lembaga pembiayaan.

Salah satu pelaku usaha inspiratif yang turut hadir adalah Griya Harapan Difabel Bandung. Mereka memamerkan batik hasil karya para penyandang disabilitas. Kepala UPTD Griya Harapan Difabel, Andina Rahayu, menjelaskan bahwa pelatihan membatik menjadi strategi utama mendorong kemandirian para difabel.

“Kami ingin membuktikan bahwa teman-teman difabel bisa mandiri, berkarya, dan bersaing lewat produk batik yang bernilai tinggi,” ujarnya.

Selain keterampilan membatik, peserta juga diperkenalkan dengan proses pewarnaan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk.

Dialog Publik Bersama Tokoh Nasional

Acara ini semakin meriah dengan hadirnya Menko PM Muhaimin Iskandar dan Billy Boen, CEO Young On Top, dalam sesi dialog publik. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi serta dorongan kuat bagi wirausaha muda dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Pemberdayaan ekonomi tidak boleh hanya berhenti di ruang pelatihan. Harus ada panggung nyata untuk pelaku usaha tumbuh dan terkoneksi dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas,” ujar Muhaimin.

Sementara itu, Deputi Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Baca Juga: Wacana Provinsi Baru di Jabar: Komisi I DPRD Ungkap Sudah Bergulir Lama

Apresiasi Pemerintah Daerah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik pelaksanaan Bazaar Berdaya Bersama di wilayahnya. Ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah nyata mendukung pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk-produk lokal yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Sumber: Tribun Jabar

 

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar