sekitarbandung.com – Bazaar murah Bandung kembali digelar serentak di 30 kecamatan sebagai langkah nyata Pemerintah Kota Bandung dalam menekan inflasi. Program ini hadir untuk memastikan harga pangan tetap stabil, sekaligus memberi kesempatan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bazaar murah bukan hanya agenda seremonial, melainkan strategi berkelanjutan menjaga daya beli masyarakat. Dengan menggandeng Bulog dan sejumlah distributor, harga bahan pangan dipatok lebih rendah dibandingkan pasar tradisional.
“Harga daging sapi bisa lebih murah hingga Rp15 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam selisih sekitar Rp4 ribu. Pemangkasan rantai distribusi membuat harga bisa ditekan,” kata Erwin, Selasa (19/8/2025).
Selain daging, beras juga menjadi incaran utama warga. Beras medium yang biasanya cepat naik harga kini dijual lebih murah karena langsung dipasok dari gudang Bulog.
Baca Juga: PMI Apresiasi BRI Taipei Branch, Mudahkan Transaksi dan Kirim Uang ke Indonesia
Antusiasme Warga Sangat Tinggi
Di sejumlah kecamatan, antusiasme masyarakat begitu tinggi. Di Kecamatan Ujungberung, misalnya, stok beras dan daging langsung habis hanya dalam hitungan jam sejak bazaar dibuka.
“Meski beda harga hanya Rp2.000 sampai Rp4.000, tetap saja ramai pembeli. Yang penting, tidak ada panic buying. Masyarakat belanja seperlunya, satu atau dua kilo saja,” jelas Erwin.
Seorang warga Kecamatan Antapani, Rina (37), mengaku terbantu dengan adanya bazaar murah Bandung.
“Kalau beli di pasar bisa lebih mahal. Dengan program ini, bisa hemat Rp10 ribuan sekali belanja. Lumayan untuk tambah kebutuhan lain,” ujarnya.
Menekan Inflasi Kota Bandung
Inflasi di Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir banyak dipengaruhi kenaikan harga pangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), bahan makanan, khususnya beras, ayam, dan daging, adalah penyumbang utama inflasi nasional. Data inflasi BPS menunjukkan stabilisasi harga pangan sangat penting untuk melindungi daya beli masyarakat.
Bazaar murah Bandung dinilai efektif sebagai upaya konkret pemerintah kota agar harga tetap terkendali. Dengan harga stabil, inflasi bisa ditekan, pasar tetap hidup, dan warga tidak terbebani.
Strategi Ke Depan
Erwin memastikan bazaar murah akan terus dilaksanakan secara berkala di seluruh kecamatan. Ke depan, Pemkot Bandung berencana menggandeng lebih banyak pelaku UMKM serta memperluas jaringan distribusi pangan.
“Program ini bukan hanya menjaga harga, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras dan protein hewani tetap aman sehingga tidak ada kekhawatiran kekurangan stok. Informasi detail seputar stok pangan dapat diakses di situs resmi Perum Bulog.
Program bazaar murah Bandung di 30 kecamatan terbukti membantu warga mendapatkan pangan murah sekaligus menjaga stabilitas harga. Dengan strategi berkelanjutan, inflasi bisa ditekan dan masyarakat tidak terbebani biaya hidup tinggi.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

