sekitarbandung.com – BRI salurkan pembiayaan UMKM dalam jumlah besar pada paruh pertama tahun 2025. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.416,6 triliun, dengan porsi UMKM sebesar 80,32% atau setara Rp1.137,84 triliun. Angka ini membuktikan keberpihakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan hanya berupa akses modal, tetapi juga pemberdayaan agar UMKM tumbuh sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jadi Pilar Utama
Selain pembiayaan reguler, BRI salurkan pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada Semester I 2025, penyaluran KUR mencapai Rp83,88 triliun yang diberikan kepada 1,8 juta debitur di seluruh Indonesia.
Penerima manfaatnya beragam, termasuk UMKM yang menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis, salah satu agenda strategis pemerintah. Dengan akses pembiayaan ini, pelaku usaha kecil mampu menjaga arus kas, memperluas produksi, dan ikut mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: 5 Keunggulan Kartu Debit BRI X INDODAX yang Wajib Dimiliki Nasabah Digital
Dukungan Akses Perumahan dan Program Nasional
Tak hanya sektor produktif, BRI salurkan pembiayaan UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga pertengahan 2025, BRI telah menyalurkan Rp13,35 triliun kepada 97.878 penerima manfaat.
Selain itu, BRI juga aktif dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini menyediakan pendampingan, pembiayaan, dan digitalisasi lewat platform Qlola by BRI, yang membantu koperasi lokal meningkatkan efisiensi dan daya saing.
AgenBRILink, Jembatan Inklusi Keuangan
Peran AgenBRILink semakin krusial dalam memperluas jangkauan layanan. Hingga kini, terdapat lebih dari 1,2 juta agen yang tersebar di 67 ribu desa. Volume transaksinya mencapai Rp843 triliun pada Semester I 2025.
Menariknya, AgenBRILink kini berkembang menjadi lifestyle micro provider. Artinya, agen tidak hanya melayani transaksi keuangan, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan masyarakat sehari-hari, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
DesaBRILiaN dan Klaster Usaha Produktif
Dalam upaya pemberdayaan komunitas, BRI salurkan pembiayaan UMKM juga disertai program penguatan kapasitas. Melalui DesaBRILiaN, BRI membina 4.625 desa dengan pendekatan inklusif. Sementara itu, program Klasterku Hidupku telah melahirkan 41.217 klaster usaha produktif di berbagai sektor.
Platform LinkUMKM semakin memperluas peluang dengan menghubungkan 12,9 juta pelaku usaha ke pasar digital dan mitra bisnis. Tak ketinggalan, 54 Rumah BUMN yang dikelola BRI telah menyelenggarakan lebih dari 16 ribu pelatihan untuk meningkatkan keterampilan UMKM.
Digitalisasi untuk UMKM Naik Kelas
Transformasi digital menjadi kunci agar pelaku usaha tidak sekadar bertahan, melainkan naik kelas. BRI salurkan pembiayaan UMKM bersamaan dengan solusi digitalisasi, mulai dari pencatatan keuangan, akses pasar online, hingga integrasi dengan ekosistem digital.
“Melalui strategi terintegrasi, kami ingin memastikan UMKM mampu berkembang lebih besar. BRI siap menjadi mitra utama dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” jelas Hery Gunardi.
Dengan total penyaluran Rp1.137,84 triliun ke sektor UMKM, BRI salurkan pembiayaan UMKM bukan hanya untuk menjaga daya tahan usaha, tetapi juga untuk mendorong mereka naik kelas. Dukungan BRI melalui pembiayaan, pendampingan, hingga digitalisasi menjadi bukti nyata komitmen memperkuat ekonomi dari level grassroot. Selain penyaluran kredit, BRI juga aktif mendukung program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi tulang punggung akses modal bagi pelaku UMKM. Informasi detail mengenai mekanisme KUR bisa diakses melalui portal resmi Kementerian Koperasi dan UKM
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

