Bukan Diretas Tapi Dimanipulasi, Waspada Modus Social Engineering

Sekitarbandung.com – Kamu pernah mendengar masalah serangan siber Social Engineering? Namun, masalah ini bukan soal diretas, melainkan dimanipulasi. Pelaku memanfaatkan emosi panik, takut, atau rasa

Dicky Wicaksono

Bukan Diretas Tapi Dimanipulasi, Waspada Modus Social Engineering
Bukan Diretas Tapi Dimanipulasi, Waspada Modus Social Engineering (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Kamu pernah mendengar masalah serangan siber Social Engineering? Namun, masalah ini bukan soal diretas, melainkan dimanipulasi.

Pelaku memanfaatkan emosi panik, takut, atau rasa ingin menolong dengan menyamar sebagai pihak terpercaya agar korban lengah dan tanpa sadar menyerahkan data pribadi, OTP, hingga uang.

Social Engineering sendiri merupakan modus penipuan yang memanfaatkan sisi psikologis manusia. Pelaku sengaja memainkan emosi korban seperti rasa takut, panik, rasa ingin tahu, empati, atau keinginan untuk menolong agar korban lengah.

Dengan menyamar sebagai pihak yang berwenang seperti pegawai bank, kurir, atau aparat, pelaku berusaha mendapatkan data pribadi, menguasai akun, atau mengambil keuntungan finansial.

Pola umum Social Engineering (life cycle) yaitu sebagai berikut:

  • Pelaku mengumpulkan informasi korban melalui media sosial atau data publik.
  • Pelaku membangun kepercayaan dengan cerita atau skenario palsu.
  • Korban dimanipulasi untuk menyerahkan data, OTP, akses, atau uang.
  • Pelaku menghilang dan menutupi jejak setelah berhasil.

Baca Juga: Seberapa Penting Corporate Branding Bagi Instansi Atau Perusahaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Tanda-tanda Social Engineering yaitu sebagai berikut:

  • Pesan berasal dari nomor atau akun tidak dikenal.
  • Emosi korban dibuat panik atau tertekan.
  • Korban diminta bertindak cepat tanpa sempat berpikir.
  • Identitas pengirim tidak bisa diverifikasi.

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Selalu verifikasi pesan yang mencurigakan.
  • Batasi komunikasi dengan akun atau nomor tidak dikenal.
  • Jangan membagikan data pribadi atau OTP kepada siapa pun.
  • Hindari membuka tautan yang sumbernya tidak jelas.

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Senin (19/1/2026), mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan berhati-hati.

“Yuk lebih kritis dan hati-hati yaa, Wargi. Memang kejahatan siber social engineering ini terkadang mengecoh. Agar semakin aware, yuk kenali lebih jauh dan tips melindungi diri dari masalah tersebut pada #SebarKami!” tulisnya dalam caption.

Baca Juga: Bekal untuk Anak Chattingan, Berikut Pendampingan yang Wajib Dilakukan!

Related Post

Tinggalkan komentar