Sekitarbandung.com – Bayangkan Bandung pada tahun 1946, sebuah kota yang ramai dan penuh harapan setelah Indonesia merdeka. Namun, semuanya berubah saat pasukan Sekutu dan NICA datang ke Bandung.
Mereka menuntut tentara Republik untuk meninggalkan kota, sehingga suasana semakin tegang ketika Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada rakyat dan pejuang Indonesia untuk segera mengosongkan Bandung selatan pada 23 Maret 1946.
Rakyat dihadapkan pada dua pilihan sulit, yakni bertahan atau meninggalkan kota tercinta, sehingga keputusan besar harus diambil dalam waktu yang sangat singkat.
Di bawah komando Abdul Haris Nasution, warga diungsikan dan Bandung Selatan dibakar demi mencegah musuh menguasainya. Malam itu, api menyala di berbagai penjuru hingga Bandung berubah menjadi lautan api.
Baca Juga: 10 Titik Stilasi Saksi Sejarah Kota Bandung yang Jadi Jejak Bandung Lautan Api
Di tengah perjuangan tersebut, terdapat pengorbanan besar dari dua pahlawan nasional, yaitu Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, yang gugur saat menghancurkan gudang amunisi musuh.
Hari ini kita menikmati Bandung yang indah, tetapi di balik itu semua terdapat sejarah kelam tentang kota yang rela terbakar demi mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu, penting untuk tidak melupakan sejarah tersebut.
Hal ini karena Bandung bukan hanya sekadar tempat pulang, tetapi juga saksi perjuangan yang penuh pengorbanan. Peristiwa Bandung Lautan Api pun dikenang setiap tanggal 24 Maret.
Tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Bandung Lautan Api untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia, khususnya warga Bandung, dalam mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Peringatan Bandung Lautan Api 2026 Jadi Momentum Mengenang Pengorbanan Warga Kota

