Jelang Long Weekend, Dinsos Kota Bandung Intensifkan Penertiban Tunawisma

Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan mengintensifkan penanganan tunawisma, gelandangan, dan pengemis dalam rangka menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra kota

Dicky Wicaksono

Jelang Long Weekend, Dinsos Kota Bandung Intensifkan Penertiban Tunawisma
Jelang Long Weekend, Dinsos Kota Bandung Intensifkan Penertiban Tunawisma (Instagram/@humas_bandung)

Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan mengintensifkan penanganan tunawisma, gelandangan, dan pengemis dalam rangka menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra kota menjelang long weekend.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyebutkan bahwa secara umum kelompok tunawisma terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni gelandangan, pengemis, dan pemulung.

Berdasarkan data Dinsos, terjadi peningkatan jumlah pada ketiga kategori tersebut. Pada periode 2025, jumlah gelandangan tercatat sebanyak 156 jiwa, meningkat dari 113 jiwa pada 2024.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 jiwa telah dijangkau melalui Unit Social Response (USR), sementara 27 jiwa lainnya belum terjangkau.

Yorisa menjelaskan bahwa asal daerah para tunawisma tergolong beragam. Untuk kategori gelandangan, mayoritas berasal dari luar Kota Bandung dengan jumlah mencapai 125 jiwa.

Baca Juga: Dukung Upaya Pemkot Bandung, Warga Dorong Penanganan Tunawisma Tertib dan Humanis

Sementara itu, sebanyak 31 jiwa tercatat sebagai warga Kota Bandung. Daerah asal terbanyak di luar Bandung berasal dari Kabupaten Bandung, Garut, dan Bandung Barat.

Beberapa titik yang kerap menjadi lokasi mangkal tunawisma tersebar di sejumlah ruas jalan dan ruang publik di Kota Bandung.

Lokasi tersebut antara lain Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Merdeka, Taman Vanda, Jalan Riau-Lombok, Jalan Naripan-Tamblong, Taman Saparua, Taman Lalu Lintas, Simpang Lima Asia Afrika, hingga kawasan Braga dan Cihampelas.

Keberadaan tunawisma tersebut, lanjut Yorisa, menimbulkan berbagai persoalan sosial, mulai dari masalah kesehatan seperti risiko penyakit menular, gangguan ketertiban dan keamanan, hingga menurunnya keindahan kota.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung terus melakukan penanganan secara kolaboratif. Dinsos bekerja sama dengan Satpol PP, Damkar, DLH, DPKP, DP3A, serta unsur kewilayahan dalam melakukan penjangkauan dan penertiban secara rutin.

Baca Juga: Tunawisma atau Homeless Semakin Marak di Pusat Kota, Pemkot Bandung Akan Segera Lakukan Penertiban

Related Post

Tinggalkan komentar