Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan mengintensifkan penanganan tunawisma, gelandangan, dan pengemis dalam rangka menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra kota menjelang long weekend.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyebutkan bahwa secara umum kelompok tunawisma terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni gelandangan, pengemis, dan pemulung.
Berdasarkan data Dinsos, terjadi peningkatan jumlah pada ketiga kategori tersebut. Pada periode 2025, jumlah gelandangan tercatat sebanyak 156 jiwa, meningkat dari 113 jiwa pada 2024.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 jiwa telah dijangkau melalui Unit Social Response (USR), sementara 27 jiwa lainnya belum terjangkau.
Keberadaan tunawisma tersebut, lanjut Yorisa, menimbulkan berbagai persoalan sosial, mulai dari masalah kesehatan seperti risiko penyakit menular, gangguan ketertiban dan keamanan, hingga menurunnya keindahan kota.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung terus melakukan penanganan secara kolaboratif. Dinsos bekerja sama dengan Satpol PP, Damkar, DLH, DPKP, DP3A, serta unsur kewilayahan dalam melakukan penjangkauan dan penertiban secara rutin.
Baca Juga: Tunawisma atau Homeless Semakin Marak di Pusat Kota, Pemkot Bandung Akan Segera Lakukan Penertiban

