sekitarbandung.com – Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, memberikan apresiasi atas penampilan gemilang Maung Bandung di ajang AFC Champions League 2 (ACL 2) musim 2025/2026.
Menurut Djanur, sapaan akrabnya, performa Persib kali ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Persib Bandung Tampil Konsisten di ACL 2
Hingga pekan ketiga fase grup, Persib Bandung berhasil mengumpulkan empat poin dan sementara ini menempati posisi runner-up grup. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif atas progres permainan yang lebih matang, baik secara taktik maupun mental.
“Alhamdulillah, musim ini Persib tampil lebih baik dibandingkan tahun lalu. Empat poin dari tiga pertandingan awal itu pencapaian yang patut diapresiasi. Harapannya, mereka bisa menjaga momentum dan lolos ke fase berikutnya,” ujar Djanur kepada media, Selasa (14/10/2025).
Pelatih yang membawa Persib menjuarai Liga Indonesia 2014 itu juga menilai bahwa skuad Maung Bandung kini tampil dengan disiplin dan percaya diri tinggi saat menghadapi klub-klub kuat Asia.
Baca Juga: Adam Alis Persib Bandung Optimistis Raih Kemenangan atas PSBS Biak di BRI Super League 2025
Peran Bojan Hodak dan Stabilitas Tim
Djanur menilai keberhasilan Persib Bandung menjaga stabilitas permainan di kompetisi Asia tidak lepas dari peran Bojan Hodak sebagai pelatih kepala. Menurutnya, pelatih asal Kroasia itu memiliki visi yang jelas dalam membangun tim dengan karakter kuat di dua level kompetisi sekaligus — domestik dan internasional.
“Coach Bojan punya rencana besar. Ia tidak hanya menargetkan sukses di Liga 1, tapi juga membawa nama Persib lebih dihormati di level Asia. Dari sisi taktik, terlihat ada peningkatan besar, terutama dalam transisi permainan,” jelas Djanur.
Selain itu, Hodak disebut mampu mengelola rotasi pemain dengan baik sehingga Persib tetap kompetitif meski menghadapi jadwal padat.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kebugaran tim tanpa kehilangan konsistensi performa.
Djadjang Nurdjaman: “Kunci Utama Ada di Mental dan Kepercayaan Diri”
Lebih lanjut, Djanur menyoroti bahwa aspek mental menjadi salah satu faktor paling berpengaruh dalam peningkatan performa Persib di ACL 2.
Menurutnya, pengalaman bertanding di level Asia telah membentuk rasa percaya diri yang lebih besar pada diri pemain.
“Di musim lalu, mungkin masih ada rasa canggung ketika menghadapi tim luar negeri. Tapi sekarang pemain terlihat jauh lebih berani mengambil inisiatif. Mereka tampil tanpa beban, dan itu hal positif,” kata Djanur.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus dan konsistensi agar performa baik ini tidak hanya bertahan di fase awal, tapi terus meningkat hingga babak gugur.
Dukungan Suporter Jadi Energi Tambahan
Bagi Djanur, dukungan Bobotoh — sebutan untuk suporter Persib Bandung — juga memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat tim.
Atmosfer di stadion maupun dukungan di media sosial dinilainya memberi energi tambahan bagi para pemain ketika tampil di luar negeri.
“Bobotoh punya andil besar. Dukungan yang luar biasa, baik di stadion maupun dari jauh, membuat pemain punya motivasi ganda untuk memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Hal ini juga sejalan dengan laporan dari the-afc.com yang menyebut antusiasme suporter Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di ACL 2 musim ini, terutama dari pendukung Persib Bandung.
Peluang Persib Lolos ke Babak Berikutnya
Dengan dua laga tersisa di fase grup, peluang Persib Bandung untuk melangkah ke fase gugur ACL 2 masih terbuka lebar.
Kemenangan di laga kandang berikutnya akan memperbesar kesempatan mereka lolos, sekaligus memperbaiki peringkat koefisien klub Indonesia di kancah Asia.
“Kalau mereka bisa memaksimalkan dua laga tersisa, saya yakin Persib bisa menembus babak berikutnya. Kuncinya tetap di fokus dan semangat juang,” tambah Djanur optimistis.
Tantangan Persib di Dua Kompetisi Sekaligus
Selain berjuang di ACL 2, Persib Bandung juga masih bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026.
Menjalani dua kompetisi dengan jadwal ketat tentu bukan perkara mudah. Namun, Djanur menilai pengalaman Hodak menangani klub-klub Asia sebelumnya membuatnya tahu cara menjaga keseimbangan performa tim.
“Ini bukan hal baru bagi Bojan. Ia sudah terbiasa dengan tekanan kompetisi ganda. Yang penting, pemain harus jaga kondisi dan tetap kompak,” ujarnya.
Menurut data dari ligaindonesiabaru, Persib menjadi salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik musim ini, hanya kebobolan 8 gol dari 12 pertandingan bukti efektivitas strategi Hodak.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

