Djunijanti Peggie, Doktor Kupu-kupu Pertama yang Ada di Indonesia

Sekitarbandung.com – Djunijanti Peggie lahir di Bogor pada tahun 1965. Ia awalnya tidak langsung meneliti kupu-kupu, tetapi lebih tertarik pada rayap dan laba-laba saat mulai

Dicky Wicaksono

Djunijanti Peggie, Doktor Kupu-kupu Pertama yang Ada di Indonesia
Djunijanti Peggie, Doktor Kupu-kupu Pertama yang Ada di Indonesia

Sekitarbandung.com – Djunijanti Peggie lahir di Bogor pada tahun 1965. Ia awalnya tidak langsung meneliti kupu-kupu, tetapi lebih tertarik pada rayap dan laba-laba saat mulai bekerja di LIPI (sekarang BRIN).

Namun, karena saat itu Indonesia sangat kekurangan ahli kupu-kupu, ia mendapatkan tugas untuk mendalami bidang tersebut. Keputusan yang kemudian mengubah arah hidupnya.

Peggie lalu menempuh pendidikan hingga ke luar negeri. Ia meraih gelar master di Imperial College London dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Cornell University, Amerika Serikat.

Sejak saat itu, hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk meneliti kupu-kupu Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Maluku, hingga berbagai kawasan konservasi di pelosok negeri.

Berkat penelitiannya, banyak informasi mengenai spesies kupu-kupu Indonesia berhasil didokumentasikan, mulai dari persebaran, hubungan kekerabatan, hingga status konservasinya.

Baca Juga: Kisah Cinta Cleopatra dan Julius Caesar, Pertemuan di Tengah Perebutan Kekuasaan

Selain itu, Peggie juga aktif menulis buku-buku tentang kupu-kupu yang dibuat lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum. Jadi, bukan hanya untuk ilmuwan, tetapi juga untuk anak-anak dan para pecinta alam.

Bahkan yang lebih menarik, ia juga ikut mengembangkan Kupunesia, sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat ikut mencatat dan melaporkan penemuan kupu-kupu di berbagai daerah Indonesia.

Baginya, menjaga kupu-kupu bukan hanya tentang serangga yang cantik. Kupu-kupu merupakan penyerbuk alami sekaligus indikator penting yang dapat menunjukkan kondisi kesehatan suatu lingkungan.

Di saat banyak orang hanya menikmati keindahan kupu-kupu, Djunijanti Peggie memilih menghabiskan hidupnya untuk mempelajari, mendokumentasikan, dan melindunginya.

Berkat orang-orang seperti dirinya, kita menjadi lebih mengenal salah satu kekayaan hayati Indonesia yang luar biasa. Oleh karena itu, dedikasinya patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Baca Juga: Jean-Baptiste Kempf, Founder VLC yang Tolak Iklan di Aplikasinya

Related Post

Tinggalkan komentar