Luar Biasa! Ini 5 Gebrakan Paling Signifikan Erick Thohir yang Terbukti Mengubah Wajah Sepak Bola Indonesia.

  sekitarBANDUNGcom – Erick Thohir? Februari 2023 menjadi sebuah momen krusial yang dipenuhi ekspektasi raksasa bagi jutaan pencinta sepak bola di Tanah Air. Di tengah

Redaksi Sekitar Bandung

Luar Biasa! Ini 5 Gebrakan Paling Signifikan Erick Thohir yang Terbukti Mengubah Wajah Sepak Bola Indonesia.
erick thohir ketika awal di lantik

 

sekitarBANDUNGcom – Erick Thohir? Februari 2023 menjadi sebuah momen krusial yang dipenuhi ekspektasi raksasa bagi jutaan pencinta sepak bola di Tanah Air. Di tengah kondisi persepakbolaan nasional yang sarat akan potensi namun terus-menerus terbelenggu oleh kontroversi, stagnasi prestasi, dan tata kelola yang problematis—diperparah oleh luka mendalam dari Tragedi Kanjuruhan—Erick Thohir terpilih secara aklamasi untuk menakhodai Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Harapan publik membumbung tinggi, menanti datangnya reformasi total.

Kini, setelah lebih dari dua tahun masa kepemimpinannya berjalan, harapan tersebut perlahan tapi pasti mulai mewujud menjadi sebuah kenyataan yang bisa dirasakan. Kepemimpinan Erick Thohir tidak hanya berfokus pada kemenangan sesaat di lapangan, tetapi juga melakukan serangkaian gebrakan fundamental yang secara signifikan mengubah wajah dan fondasi sepak bola Indonesia dari akarnya. Lebih dari sekadar retorika, langkah-langkah strategis tersebut telah menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Berikut adalah lima gebrakan paling signifikan yang telah terbukti membawa angin perubahan positif.

 

1. Perang Total dan Tanpa Kompromi Melawan Mafia Bola

erick thohir menghadapi mafia bola

Salah satu janji pertama dan paling keras yang dilontarkan Erick Thohir saat terpilih adalah memberantas mafia pengaturan skor (match-fixing) hingga tuntas. Janji tersebut bukan isapan jempol. Dalam waktu singkat, PSSI di bawah komandonya langsung menggandeng Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola. Langkah tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa era impunitas bagi para perusak integritas sepak bola telah berakhir. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi senjata utama untuk melakukan penyelidikan, penangkapan, dan pemberian sanksi yang tegas.

Secara simbolis, Erick Thohir telah mengeluarkan “kartu merah” abadi bagi para pelaku yang terbukti terlibat, melarang mereka seumur hidup dari semua aktivitas sepak bola di Indonesia. Gebrakan ini dipandang sebagai langkah pembersihan fundamental yang esensial untuk membangun kembali kepercayaan publik. “Tidak ada ruang bagi mafia bola di sepak bola Indonesia. Kita harus berani, jangan ada tangan-tangan kotor lagi yang merusak mimpi anak-anak kita. Saya siap bekerja sama penuh dengan Bapak Kapolri untuk memberantas tuntas praktik ini demi sepak bola yang bersih dan berprestasi,” tegas Erick Thohir saat konferensi pers bersama Kapolri.

 

2. Revolusi Kualitas Wasit dan Implementasi VAR

penerapan VAR dari erick thohir

Kualitas dan integritas wasit telah lama menjadi “penyakit kronis” yang memicu kontroversi tak berkesudahan di setiap musim kompetisi. Menyadari hal tersebut, PSSI melakukan perombakan besar-besaran di tubuh korps wasit. Erick Thohir membuat proses seleksi diperketat, program pelatihan ditingkatkan secara intensif, dan untuk pertama kalinya, PSSI menjalin kerja sama serius dengan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk membantu transfer pengetahuan dan meningkatkan standar perwasitan nasional.

Gebrakan Erick Thohir paling monumental dalam upaya ini tentu saja adalah implementasi teknologi Video Assistant Referee (VAR) di kompetisi kasta tertinggi, Liga 1. Meskipun penerapannya berjalan bertahap dan menghadapi berbagai tantangan teknis, kehadiran VAR secara signifikan terbukti mampu mengurangi kesalahan fatal wasit dan meningkatkan keadilan dalam pertandingan. Keputusan-keputusan krusial kini memiliki lapisan verifikasi teknologi, yang perlahan tapi pasti meningkatkan integritas kompetisi.

Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, menilai langkah tersebut sangat krusial untuk masa depan liga. “Peningkatan kualitas wasit dan penerapan VAR adalah kunci untuk meningkatkan integritas dan kualitas kompetisi itu sendiri. Ketika pertandingan berjalan adil, kepercayaan publik dan yang terpenting, kepercayaan sponsor terhadap liga akan meningkat secara signifikan,” ujarnya kepada Kantor Berita Antara.

 

3. Transformasi Tata Kelola Liga yang Lebih Profesional

erick thohir

Untuk membangun industri sepak bola yang sehat, liga harus dikelola secara profesional dan transparan. Erick Thohir mendorong transformasi besar dalam tata kelola Liga 1 dan Liga 2. Salah satu fokus utamanya adalah penerapan standar lisensi klub profesional (club licensing) yang lebih ketat, yang mencakup audit keuangan. Hal tersebut memaksa klub untuk lebih sehat secara finansial dan transparan dalam pengelolaannya, menjauh dari model manajemen tradisional yang seringkali bergantung pada satu sumber pendanaan.

Selain itu, PSSI dan operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB), bekerja keras untuk menyusun kalender kompetisi jangka panjang yang pasti. Kepastian jadwal tersebut sangat membantu klub dalam merencanakan program latihan, negosiasi kontrak pemain, dan yang paling vital, memberikan kepastian kepada para sponsor untuk berinvestasi.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, dalam sebuah kesempatan, menyatakan komitmennya terhadap profesionalisme. “Jadwal yang pasti dan tata kelola yang transparan adalah fondasi dari sebuah liga yang sehat secara bisnis. Kami bersama PSSI berkomitmen untuk terus memperbaiki aspek-aspek tersebut demi kemajuan industri sepak bola kita,” paparnya.

 

4. Fondasi Masa Depan: Pembangunan Training Center di IKN

erick thohir bersama jokowi melihat design IKN

Selama puluhan tahun, Tim Nasional Indonesia dari berbagai kelompok umur tidak pernah memiliki pusat pelatihan terpusat yang layak. Mereka harus berpindah-pindah tempat dan menyewa lapangan untuk melakukan pemusatan latihan. Di era Erick Thohir, mimpi panjang tersebut mulai diwujudkan. Dengan dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo dan bantuan pendanaan dari program FIFA Forward, PSSI secara resmi memulai pembangunan Training Center (TC) modern di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas puluhan hektar tersebut dirancang dengan standar kelas dunia, mencakup beberapa lapangan latihan (rumput alami dan sintetis), fasilitas kebugaran, sport science, pusat rehabilitasi cedera, hingga penginapan atlet. Pembangunan TC tersebut adalah sebuah investasi jangka panjang yang monumental untuk masa depan pembinaan pemain usia muda dan prestasi tim nasional.

Presiden Joko Widodo pada Pers memberikan dukungan penuh terhadap proyek bersejarah ini. “Pembangunan training center ini adalah fondasi penting untuk masa depan sepak bola kita. Dengan fasilitas yang lengkap dan modern di IKN, kita harapkan akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu membawa Timnas berprestasi di tingkat dunia,” kata Presiden Jokowi saat meninjau lokasi proyek.

 

5. Peningkatan Prestasi Timnas dan Naturalisasi yang Terarah

naturalisasi pemain oleh erick thohir

Pada akhirnya, semua perbaikan di tingkat federasi dan infrastruktur harus bermuara pada satu tujuan: prestasi Tim Nasional di kancah internasional. Hasilnya pun mulai terlihat. Peringkat FIFA Indonesia merangkak naik secara signifikan. Timnas senior berhasil lolos ke putaran final Piala Asia dan menunjukkan performa yang membanggakan, sementara Timnas U-23 juga menorehkan sejarah.

Salah satu faktor pendukungnya adalah kebijakan naturalisasi yang lebih strategis dan terarah. PSSI kini tidak lagi sembarangan, melainkan fokus pada pemain keturunan berkualitas yang bermain di liga-liga kompetitif Eropa dan dapat secara langsung mengisi posisi yang dibutuhkan oleh pelatih Shin Tae-yong. Pendekatan yang berbasis data dan kebutuhan taktis ini terbukti efektif dalam meningkatkan level kompetitif skuad Garuda secara instan.

Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana, kerap memberikan analisis positif terhadap tren ini. “Naturalisasi saat ini jauh lebih baik karena jelas tujuannya. Kita mencari pemain di posisi yang kita lemah dan mereka punya kualitas di atas rata-rata pemain lokal. Ini bukan jalan pintas, tapi akselerator cerdas untuk meningkatkan level tim sambil pembinaan lokal terus berjalan,” ujarnya dalam salah satu konten analisisnya.

Kelima gebrakan Erick Thohir tersebut menunjukkan adanya sebuah visi dan eksekusi yang jelas dalam membenahi sepak bola Indonesia secara holistik. Meski jalan menuju puncak prestasi masih panjang dan penuh tantangan, fondasi yang telah diletakkan dalam dua tahun terakhir telah berhasil menyalakan kembali api harapan dan kebanggaan di hati jutaan pencinta sepak bola Tanah Air.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar