sekitarbandung.com – Evaluasi Program MBG Bandung Barat kini menjadi sorotan besar usai ratusan siswa mengalami keracunan massal. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi membahayakan pelajar.
DPRD Minta Evaluasi Program MBG Bandung Barat
Dalam sepekan terakhir, keracunan MBG terjadi di dua lokasi berbeda yakni Cipongkor dan Cihampelas. Asep Dedi menyebut kejadian ini luar biasa serius karena melibatkan ribuan siswa penerima MBG.
“Evaluasi Program MBG Bandung Barat harus total. Jangan hanya dari sisi administrasi, tapi benar-benar menyeluruh dari dapur penyedia, SOP, hingga distribusi,” ujarnya.
Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: Pemkab Tetapkan Status KLB Usai 364 Siswa Sakit
Ancaman Kesehatan Siswa
Menurut DPRD KBB, kasus keracunan makanan ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program. Ia menekankan bahwa MBG yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi membahayakan.
“Ini bukan sekadar insiden kecil, tapi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak kita,” tegas Asep.
Investigasi Menyeluruh Usai Evaluasi Program MBG Bandung Barat
Selain evaluasi internal, DPRD juga menuntut investigasi resmi dari aparat berwenang. Hal ini diperlukan untuk memastikan penyebab utama keracunan dan mencegah kemungkinan faktor lain di luar kelalaian penyedia.
“Jika ditemukan pelanggaran SOP, maka penyedia MBG harus diberi sanksi tegas. Jangan sampai kejadian berulang,” jelasnya.
Dukungan Pemerintah Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengerahkan tenaga medis tambahan, ambulans, serta rumah sakit rujukan untuk menangani korban. Meski begitu, Asep menegaskan penanganan darurat tidak cukup tanpa adanya Evaluasi Program MBG Bandung Barat yang berkelanjutan.
Untuk update langkah pemerintah, pembaca bisa mengunjungi laman resmi Pemprov Jabar.
Harapan Orang Tua Siswa
Banyak orang tua menyuarakan kekhawatiran mereka. Beberapa bahkan meminta agar program MBG dihentikan sementara waktu sampai keamanan makanan benar-benar terjamin.
“Lebih baik ditunda dulu daripada anak-anak kembali sakit,” ujar Desi, salah satu orang tua korban.
Pentingnya Standar Keamanan Pangan Sekolah
Ahli kesehatan menekankan bahwa setiap penyedia MBG wajib mematuhi standar higienitas internasional. Mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi. Pedoman lengkap dapat dibaca di situs Kementerian Kesehatan RI.
Kasus keracunan ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki program MBG. DPRD KBB sudah menegaskan bahwa Evaluasi Program MBG Bandung Barat harus dilakukan secara menyeluruh agar manfaat program benar-benar bisa dirasakan masyarakat tanpa risiko kesehatan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

