Sekitarbandung.com – Konten kreator, Ferry Irwandi, menyusun prioritas makanan siap makan di daerah-daerah yang masih ada di zona merah dengan tingkat isolasi yang tinggi dan ketersediaan yang kurang.
Penyusunan ini didasarkan pada temuan dan fakta yang ia temui di lapangan ketika meninjau secara langsung kondisi di Sumatra beberapa waktu yang lalu.
Dilansir dari unggahan akun Instagram pribadinya @irwandiferry pada Kamis (11/12/2025), fokus utamanya di sini adalah makanan siap makan yang tidak memerlukan proses memasak, menyeduh, atau pemanasan, serta memiliki daya simpan panjang.
1. Prinsip Umum Pemilihan Makanan Siap Makan
- Dapat langsung dikonsumsi tanpa air panas, tanpa kompor, tanpa peralatan masak.
- Tahan lama (6 bulan umur simpan).
- Kemasan kuat, kedap air, dan tidak mudah rusak.
- Tinggi kalori (≥350-500 kcal per porsi) untuk mendukung kondisi darurat.
- Aman dikonsumsi anak-anak dan dewasa.
- Mudah dibawa, ringan, dan tahan guncangan.
2. Jenis Makanan Siap Makan (RTE – Ready to Eat)
A. Paket Kaleng Siap Makan (Non-Heating Meals)
- Nasi lauk (ayam, daging, ikan) dalam kaleng yang siap makan.
- Makanan kaleng berprotein seperti sarden, tuna, ayam suwir.
- Bubur siap makan dalam kaleng (khusus anak-anak dan lansia).
- Porsi standar 200-300 gram per kaleng.
B. Ransum Kering Tinggi Energi
- Biskuit darurat tinggi kalori (400-500 kcal per bungkus).
- Energy bar / survival bar dengan kandungan protein tinggi.
- Granola bar dan compressed food block.
- Cocok untuk distribusi daerah terisolasi.
C. Roti Tahan Lama dan Produk Bakery Vakum
- Roti tawar vakum (usia simpan 6 bulan).
- Roti gandum siap makan.
- Roti kaleng (canned bread).
- Mudah dimakan langsung tanpa alat.
D. Makanan Siap Makan Retort (Tanpa Pemanasan)
- Makanan retort pouch (nasi + lauk) yang dapat dimakan langsung.
- Pasta siap makan dalam pouch.
- Bubur bayi retort.
- Standar ransum militer yang tidak memerlukan heating pack.
E. Produk untuk Anak, Bayi, dan Kebutuhan Khusus
- Makanan bayi siap makan dalam pouch (puree buah, puree protein).
- Susu UHT kecil (siap minum, tidak perlu diseduh).
- Paket makanan khusus lansia dengan tekstur lunak.
3. Kriteria Teknis Pengadaan
- Umur simpan minimal 6-12 bulan.
- Produk bersertifikat BPОМ.
- Kemasan kokoh, anti-rembes, dan kedap air.
- Nutrisi minimal 1.800-2.100 kcal per orang per hari.
- Mudah ditumpuk dan didistribusikan dalam volume besar.
- Tidak memerlukan air bersih untuk konsumsi.
Baca Juga: Usai Disindir Anggota DPR Soal Donasi Rp10 Miliar, Begini Respons Ferry Irwandi
4. Rekomendasi Paket Distribusi Tahap Awal
A. Paket Individu 24 Jam (Emergency Ration):
- 2 kaleng makanan siap makan (≥250 gram per kaleng)
- 2-3 energy bar / high calorie bar
- 1 bungkus biskuit darurat tinggi kalori
- 1 roti vakum / roti kaleng
- 1 susu UHT kecil
B. Paket Keluarga (2-3 Hari):
- 6-9 kaleng makanan siap makan
- 6-10 energy bar
- 3-5 roti vakum
- 2 bungkus biskuit fortifikasi
- Produk bayi/lansia bila diperlukan
5. Skema Prioritas Distribusi
- Wilayah terisolasi sepenuhnya (akses darat terputus).
- Pengungsi yang berada di tempat pengungsian non-permanen.
- Anak-anak, lansia, ibu hamil/menyusui.
- Daerah dengan infrastruktur masak hancur (tidak ada dapur, listrik, atau gas).
6. Catatan Operasional
- Distribusi harus dimulai dari desa yang paling sulit dijangkau.
- Pengiriman udara (heli/dropping) harus membawa makanan siap makan, bukan bahan mentah.
- Dokumentasi foto dan penerimaan barang wajib dilakukan untuk akuntabilitas.
Dalam unggahannya, ia berharap tulisannya ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, pemerintah, relawan, donatur, LSM, NGO, dsb. dalam menyalurkan bantuan.
“Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, pemerintah, relawan, donatur, LSM, NGO, dsb. dalam menyalurkan bantuan. Terima kasih. Akan terus kita update perkembangan selanjutnya,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Media Berita yang Memfitnah Ferry Irwandi Sudah Minta Maaf dan Menurunkan Artikelnya

