Kenali Perbedaan Gado-Gado, Lotek, Karedok, Ketoprak, dan Pecel yang Sering Disangka Sama

Sekitarbandung.com – Indonesia mempunyai sangat banyak kuliner berbasis sayuran dan bumbu kacang yang sekilas mirip bentuknya. Namun sebenarnya memiliki perbedaan cukup jelas, mulai dari bahan,

Dicky Wicaksono

Kenali Perbedaan Gado-Gado, Lotek, Karedok, Ketoprak, dan Pecel yang Sering Disangka Sama
Kenali Perbedaan Gado-Gado, Lotek, Karedok, Ketoprak, dan Pecel yang Sering Disangka Sama

Sekitarbandung.com – Indonesia mempunyai sangat banyak kuliner berbasis sayuran dan bumbu kacang yang sekilas mirip bentuknya.

Namun sebenarnya memiliki perbedaan cukup jelas, mulai dari bahan, cara penyajian, hingga cita rasa, seperti gado-gado, lotek, karedok, ketoprak, dan pecel.

Gado-gado dikenal sebagai hidangan khas Betawi yang menggunakan sayuran rebus seperti kentang, kacang panjang, tauge, kol, dan wortel, lalu disiram saus kacang yang gurih dengan tambahan santan dan biasanya dilengkapi telur rebus, tahu, tempe, serta kerupuk.

Lotek berasal dari Jawa Barat dan sering dianggap mirip gado-gado, namun perbedaannya terletak pada bumbu kacang yang diulek dengan kencur sehingga aromanya lebih kuat, sementara sayurannya sebagian besar direbus dan disajikan hangat.

Karedok juga khas Sunda, tetapi seluruh sayurannya disajikan mentah seperti timun, tauge, kacang panjang, terong bulat, dan kol, dengan bumbu kacang yang diulek bersama kencur, bawang putih, cabai, dan terasi, menghasilkan rasa segar dan pedas yang khas.

Baca Juga: Deretan Makanan Viral di Bandung yang Bisa Jadi Inspirasi Bisnis Kuliner

Ketoprak merupakan makanan khas Betawi yang berbahan dasar lontong, tahu goreng, bihun, dan tauge, lalu disiram bumbu kacang tanpa santan, ditambah kecap manis dan taburan bawang goreng, sehingga rasanya cenderung manis dan ringan.

Sementara itu, pecel berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggunakan sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, tauge, dan daun singkong, dengan siraman sambal kacang yang pedas-manis dan biasanya disajikan bersama rempeyek.

Meski sama-sama menggunakan bumbu kacang dan sayuran, perbedaan daerah asal membuat masing-masing hidangan memiliki karakter rasa dan aroma yang khas, mulai dari penggunaan kencur, santan, hingga kecap manis.

Keberagaman ini menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara, di mana satu jenis bumbu dasar bisa berkembang menjadi berbagai hidangan dengan identitas budaya yang berbeda-beda.

Baca Juga: Bangga! Bandung Dinobatkan Jadi Kota Kuliner Terbaik ke-34 di Dunia versi TasteAtlas

Related Post

Tinggalkan komentar