Gerakan Partai Kecoa, Saat Sindiran Berubah Jadi Gerakan Anak Muda India

Sekitarbandung.com – Pada akhir Mei 2026 kemarin, Hakim Agung India, Surya Kant, mengatakan bahwa anak muda pengangguran yang pekerjaannya hanya protes di media sosial dan

Dicky Wicaksono

Gerakan Partai Kecoa, Saat Sindiran Berubah Jadi Gerakan Anak Muda India
Gerakan Partai Kecoa, Saat Sindiran Berubah Jadi Gerakan Anak Muda India

Sekitarbandung.com – Pada akhir Mei 2026 kemarin, Hakim Agung India, Surya Kant, mengatakan bahwa anak muda pengangguran yang pekerjaannya hanya protes di media sosial dan menyalahkan pemerintah layak dipanggil kecoa.

Pernyataan ini tentu membuat heboh. Terlebih bagi anak muda India yang tersinggung dan merasa Surya Kant hidup di menara gading. Dengan kata lain, ia tidak melihat kondisi masyarakat di bawah.

Berkumpul Jadi Kecoa

Salah satunya adalah Abhijeet Dipke, pemuda India yang sedang kuliah di Boston University, AS. Tidak lama setelah kontroversi pernyataan Surya Kant mencuat, Dipke menulis cuitan berikut:

“Bagaimana kalau semua kecoa berkumpul menjadi satu?”

Cuitan singkat ini mendapat respons luar biasa. Netizen India, khususnya kalangan anak muda, memberikan dukungan penuh.

Dipke kemudian membentuk sebuah partai satir bernama Cockroach Janta Party (CJP), atau Partai Publik Kecoak.

Singkatan CJP juga merupakan plesetan dari partai penguasa BJP (Bharatiya Janata Party).

Baca Juga: Kemenyan dari Pedalaman Nusantara Jadi Bahan Penting Parfum Mewah Paris

Diakses di Website

“Partai” ini dapat diakses melalui website cockroachjantaparty.org. Website tersebut dibuat Dipke hanya dalam waktu dua jam dengan menggunakan AI dan bantuan temannya.

Melalui website itu, ia membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam gerakan CJP.

Di luar dugaan, sebanyak 10 juta orang mendaftar. Akun Instagram @cockroachjantaparty kini memiliki 22,1 juta pengikut, melampaui jumlah pengikut seluruh akun partai resmi di India.

Akun tersebut kini menjadi saluran bagi anak muda India untuk mengkritik pejabat publik, mulai dari memprotes jalan berlubang hingga mendesak Menteri Pendidikan untuk mengundurkan diri.

Pemerintah India Sadar

Pemerintah India menyadari keberadaan gerakan ini. Pekan lalu, mereka dikabarkan meminta Twitter (X) memblokir akun CJP.

Langkah tersebut dilakukan karena gerakan itu dianggap mengancam keamanan negara. Dipke menilai tindakan tersebut sebagai langkah yang konyol dari pemerintah.

Menurutnya, kecoa mungkin dianggap menjijikkan oleh sebagian orang, tetapi sejarah telah membuktikan bahwa hewan tersebut mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman.

Baca Juga: Mural Perempuan di India Jadi Korban Aksi Vandalisme Mesum, Pria Ini Sigap Memperbaiki dengan Cat Hitam

Related Post

Tinggalkan komentar