Sekitarbandung.com – Pagi itu seharusnya berjalan seperti hari kerja biasa bagi puluhan buruh di sebuah gudang pembuatan petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Namun pada Kamis, 26 Oktober 2017, sekitar pukul 09.00 WIB, tempat yang menjadi sumber penghidupan tersebut justru berubah menjadi lokasi tragedi memilukan yang merenggut puluhan nyawa dalam sekejap.
Ledakan dahsyat disertai kobaran api tiba-tiba melahap gudang yang berlokasi di kawasan padat penduduk tersebut.
Api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan, sementara para pekerja yang berada di dalam terjebak tanpa jalan keluar.
Pintu-pintu gudang terkunci, jeruji besi terpasang di jendela, dan bahan-bahan mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
Dalam hitungan menit, gudang itu berubah menjadi neraka. Teriakan minta tolong terdengar dari dalam bangunan sebelum akhirnya sunyi.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi harus berjibaku selama berjam-jam untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban di tengah suhu panas ekstrem serta asap pekat.
Tragedi tersebut menewaskan puluhan pekerja, sebagian besar di antaranya mengalami luka bakar parah hingga sulit dikenali.
Baca Juga: Gak Main Petasan, Cowok Ini Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Cara yang Unik
Banyak korban ditemukan saling berpelukan, diduga berusaha menyelamatkan diri di detik-detik terakhir sebelum nyawa mereka terenggut.
Gudang yang sebelumnya menjadi tempat mencari nafkah pun menjelma kuburan massal yang menyisakan duka mendalam.
Hasil penyelidikan mengungkap berbagai pelanggaran serius. Gudang tersebut diketahui tidak memiliki standar keselamatan kerja yang memadai, minim alat pemadam api, serta tidak menyediakan jalur evakuasi yang layak.
Para pekerja, yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi bawah, bekerja dalam kondisi berbahaya demi memenuhi kebutuhan hidup.
Peristiwa ini mengguncang kesadaran publik tentang pentingnya keselamatan kerja dan tanggung jawab perusahaan terhadap pekerjanya.
Tragedi Gudang Petasan Kosambi bukan sekadar kecelakaan industri, melainkan potret kelam dari kelalaian, ketidakadilan, dan lemahnya perlindungan terhadap buruh.
Hingga kini, peristiwa 26 Oktober 2017 masih dikenang sebagai salah satu tragedi kebakaran industri paling mematikan di Indonesia.
Sebuah pengingat pahit bahwa di balik setiap bangunan produksi, terdapat nyawa manusia yang seharusnya dilindungi, bukan dikorbankan.
Baca Juga: Kota Bandung Tanpa Kembang Api dan Petasan, Yuk Sambut Tahun Baru 2026 dengan Lebih Bermakna!

