Sekitarbandung.com – Heni Sri Sundani merupakan salah seorang sosok inspiratif yang berasal dari Jawa Barat di dunia sosial dan pendidikan.
Gagasannya membangun gerakan Anak Petani Cerdas dilirik dunia hingga masuk dalam 30 Under 30 Forbes Asia kategori Social Entrepreneur.
Lika-liku kehidupannya seakan menerobos kemustahilan untuk tumbuh menjadi salah seorang tokoh yang berperan penting di dunia pendidikan.
Kilas Balik
Heni Sri Sundani lahir di Ciamis pada tanggal 2 Mei 1987 dari keluarga buruh tani dengan keterbatasan ekonomi. Ia tumbuh dalam kasih sayang nenek yang buta aksara sejak kecil karena kedua orang tuanya berpisah.
Jarak tempuh ke sekolah selama 2 – 4 jam dengan berjalan kaki, keterbatasan listrik saat malam mengerjakan PR, hingga rumah yang hampir ambruk, semua baginya bukan halangan untuk menuntut ilmu.
Hingga saat lulus SMK, ia berada di persimpangan. Ingin lanjut kuliah dan menggapai mimpi menjadi seorang guru, sementara tidak ada biaya. Akhirnya, ia memilih jalan awal menjadi TKI.
Kenyataan pahit yang dilalui mendorong tekadnya untuk berbuat lebih banyak dalam mengubah kondisi kolektif.
Berangkat Jadi TKI, Pulang Jadi Sarjana
Menjadi TKI bukan tujuan Heni, tetapi batu pijakan untuk melompat menghampiri cita-cita. Berbagai rintangan menjadi TKI di Hong Kong pada tahun 2005-2011 dilaluinya dengan tegar.
Ia bekerja sambil berkuliah di Saint Mary’s University dan menjadi penulis koran Hong Kong dan Taiwan yang berbahasa Indonesia.
Kemudian, ia pulang ke Indonesia sebagai sarjana pada tahun 2011 dan memulai langkah pengabdian.
Baca Juga: Rotan Cirebon Jadi Industri Tahan Banting di Tengah Situasi Global yang Genting
Jejak Pengabdian untuk Pendidikan
Tahun 2011
- Mendirikan perpustakaan Gudang Ilmu pertama di kampung.
Tahun 2012
- Menggagas gerakan Anak Petani Cerdas (awalnya 15 anak didik).
- Melahirkan AgroEdu Jampang Community.
Tahun 2017
- Memperluas dampak lewat Empowering Indonesia Foundation.
Gerakan Anak Petani Cerdas yang awalnya berada di Bogor berkembang ke beberapa daerah di Indonesia. Sebanyak 8.700 anak telah menerima manfaat pendidikan, 1.000 di antaranya mendapat beasiswa dan lulus menjadi sarjana.
Keyakinan dan Penghargaan
Heni punya keyakinan bahwa senjata paling ampuh untuk memutus kemiskinan adalah pendidikan yang berpihak pada komunitas.
Ia mengusung tiga pilar kecerdasan, yakni linguistik, literasi, dan logika, serta metode belajar kreatif melalui lagu dan praktik lapangan.
Tahun 2010
- Menjadi Champion of Letter Writing to Mr President Inter-Asia dan Duta Sastra Buruh Migran di Ubud Writers & Readers Festival Bali.
Tahun 2016
- Masuk 30 Under 30 Forbes Asia kategori Social Entrepreneur.
- Top 300 Promising Young Leader in Asia dan Top 30 Dare Social Entrepreneur in Asia.
- Menerima HER Times Youth Awards Singapore.
- Be Indonesian Smart and Active Award Hong Kong.
- Liputan 6 Awards SCTV.
- CNN Indonesia Heroes.
- Trubus Kusala Swadaya Award.
- Wardah Inspiring Movement.
Tahun 2018
- HER Times Awards Singapura 2018.
Baca Juga: 6 Desa Wisata Cirebon yang Masuk ke Dalam Kategori Unggulan Nasional

