HJKB ke-215: DPRD Dorong Empati dan Kedekatan Pemkot Bandung dalam Pembangunan

sekitarbandung.com – Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah kota semakin dekat dengan masyarakat. DPRD Kota Bandung, melalui Ketua

Aracely Azwa

HJKB ke-215

sekitarbandung.com – Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah kota semakin dekat dengan masyarakat. DPRD Kota Bandung, melalui Ketua Asep Mulyadi, menekankan bahwa empati harus menjadi landasan dalam setiap program pembangunan.

“Kami sebagai wakil rakyat berkomitmen untuk lebih sering turun langsung ke masyarakat agar dapat mendengar keluhan dan masukan mereka,” ujar Asep dalam Sidang Paripurna HJKB ke-215 di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: Ratusan Siswa Dilarikan ke Puskesmas

HJKB ke-215: Empati dan Kedekatan Jadi Landasan

Dalam perayaan HJKB ke-215, DPRD menyoroti perlunya pemerintah memperkuat interaksi dengan masyarakat. Program pembangunan bukan sekadar angka dalam APBD, tetapi harus menyentuh kebutuhan riil warga, terutama di bidang:

  • Penanggulangan kemiskinan

  • Penciptaan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran

  • Solusi kemacetan lalu lintas yang semakin kompleks

  • Pengelolaan sampah yang berkelanjutan

Asep menegaskan bahwa pengawasan DPRD akan difokuskan untuk memastikan program-program tersebut berjalan dengan baik.

HJKB ke-215: Tantangan Anggaran dan Kolaborasi

Selain fokus isu sosial, momentum HJKB ke-215 juga menjadi pengingat tantangan anggaran. Adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi menekan ruang fiskal Pemkot Bandung.

Meski demikian, DPRD meyakini solusi ada pada kolaborasi lintas sektor. Pemkot perlu lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk memaksimalkan program strategis.

“Jika hanya mengandalkan APBD, hasilnya tentu terbatas. Dengan sinergi, peluang percepatan pembangunan bisa diraih,” jelas Asep.

HJKB ke-215: Optimisme Atasi Kemacetan

Salah satu isu yang mencuat adalah target pengurangan kemacetan di Kota Bandung pada 2027. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa perbaikan transportasi menjadi prioritas utama.

Asep mendukung penuh upaya ini dan mengajak masyarakat untuk tetap optimis.

“Target harus didorong dengan semangat kolaborasi. Kita beri kesempatan Pemkot bekerja, sambil terus mengawasi agar hasilnya nyata,” ungkapnya.

HJKB ke-215 dan Pembangunan Berkelanjutan

Momentum HJKB ke-215 bukan hanya seremoni tahunan, tetapi titik refleksi penting. DPRD mengingatkan Pemkot untuk merujuk pada pedoman pembangunan nasional dari Bappenas yang menekankan keberlanjutan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sesuai arahan Kemendagri.

Langkah ini diharapkan mampu membawa Kota Bandung lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan warga.

Peringatan HJKB ke-215 diharapkan menjadi momen mempererat empati antara pemerintah dan warga Bandung. Dengan pendekatan humanis, kolaborasi lintas sektor, dan strategi pembangunan berkelanjutan, DPRD optimis Bandung bisa menghadapi tantangan kemiskinan, pengangguran, kemacetan, dan sampah.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar