sekitarBANDUNGcom – Mengukur keberhasilan sebuah pemerintahan kota seringkali bisa dilihat dari seberapa “nyaman” warganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kenyamanan tersebut bukanlah sebuah konsep abstrak, melainkan hasil dari serangkaian pembangunan nyata yang dirasakan langsung dampaknya. Menilik kembali periode 2018-2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah kepemimpinan sebelumnya telah menorehkan sejumlah capaian yang layak disebut sebagai sebuah “Rapor Biru”.
Berdasarkan data resmi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung, lebih dari 70 persen program infrastruktur fasilitas publik berhasil diselesaikan. Capaian tersebut bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan bukti nyata dari upaya mewujudkan visi “Bandung Nyaman”. Berikut adalah 7 pembangunan krusial yang menjadi pilar dari pencapaian tersebut.
Table of Contents
ToggleFondasi Mobilitas: Membangun Konektivitas yang Inklusif
Salah satu tantangan terbesar kota metropolitan adalah mobilitas warganya. Pemkot Bandung memprioritaskan hal tersebut melalui dua gebrakan utama:
- Pembangunan 3 Fly Over Vital: Untuk mengurai benang kusut kemacetan di titik-titik kronis, tiga jalan layang berhasil dibangun di Jalan Jakarta, Jalan Laswi, dan Jalan Kopo. Hasilnya? Waktu tempuh yang sebelumnya bisa mencapai satu jam, kini bisa dipangkas drastis menjadi hanya 5 menit.
- Peningkatan Fasilitas bagi Disabilitas: Kenyamanan harus dirasakan oleh semua. Sebanyak 59 ruas jalan kini telah dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, seperti ramp dan ubin pemandu. Sebanyak 30 taman dan sarana publik lainnya juga dibenahi untuk memastikan aksesibilitas bagi pengguna kursi roda, memberikan kesetaraan ruang bagi semua warga.
Pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Adiwan Aritenang, menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan inklusif adalah kunci. “Kenyamanan kota modern diukur dari seberapa lancar dan adil mobilitas warganya. Pembangunan jalan layang untuk mengatasi macet harus diimbangi dengan fasilitas pejalan kaki dan disabilitas yang memadai. Itulah ciri kota yang beradab,” ujarnya dalam sebuah analisis yang dimuat di AyoBandung.com.
Menjaga Lingkungan, Meningkatkan Kesehatan Warga
Kenyamanan juga berarti hidup di lingkungan yang sehat. Tiga program berikut menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Bandung di sektor lingkungan dan kesehatan dasar:
- Pembangunan 7 Kolam Retensi: Program ini mencapai target 100 persen. Tujuh kolam retensi, seperti Sirnaraga dan Gedebage, dibangun tidak hanya untuk menampung air hujan dan mengendalikan banjir, tetapi juga sebagai ruang terbuka hijau baru untuk interaksi warga.
- Hadirnya 28 Bank Sampah Kecamatan: Dengan capaian 93,33 persen, bank sampah di tingkat kecamatan berhasil mengedukasi warga untuk memilah sampah dari sumbernya, mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, dan bahkan memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
- Realisasi 17.649 Sambungan Air Bersih Baru: Memenuhi hak dasar warga akan air bersih, program ini berhasil merealisasikan puluhan ribu sambungan baru, memastikan lebih banyak keluarga dapat mengakses air bersih dengan mudah dan biaya terjangkau, yang secara langsung meningkatkan derajat kesehatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi, menekankan pentingnya kolaborasi dalam isu lingkungan. “Masalah sampah dan air hanya bisa diselesaikan dengan gerakan bersama. Kehadiran Bank Sampah di level kewilayahan adalah bukti bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan Bandung yang bersih dan sehat,” katanya dalam rilis di situs Humas Kota Bandung.
Menghidupkan Ruang Ekonomi dan Sosial Masyarakat
Terakhir, kenyamanan sebuah kota juga diukur dari seberapa hidup ruang-ruang publik dan ekonominya.
- Rehabilitasi 39 Pasar Tradisional: Program ini melampaui target hingga 390 persen. Pasar-pasar yang sebelumnya identik dengan citra kumuh, kini direvitalisasi menjadi ruang ekonomi rakyat yang bersih, tertata, dan nyaman. Peningkatan fasilitas tersebut secara langsung menaikkan martabat pedagang dan kenyamanan pembeli.
- Perbaikan 14 Sarana Olahraga Kecamatan: Untuk meningkatkan budaya berolahraga dan menyediakan ruang interaksi positif bagi anak muda, sebanyak 14 fasilitas olahraga di tingkat kecamatan telah direhabilitasi, memberikan warga akses mudah untuk beraktivitas fisik.
Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menegaskan bahwa fasilitas publik adalah jantung kota “Pasar yang hidup dan sarana olahraga yang terawat adalah jantung dari interaksi sosial dan ekonomi warga. Pemerintah akan terus memastikan fasilitas-fasilitas tersebut berfungsi optimal untuk melayani masyarakat,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.
Ketujuh pembangunan krusial tersebut menjadi rapor yang bisa dilihat dan dirasakan langsung. Meskipun tantangan akan selalu ada, capaian-capaian tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam proses panjang mewujudkan “Bandung Nyaman” bagi semua warganya.
Baca juga – Perubahan APBD Bandung 2025: Sejalan Visi Daerah dan Nasional, Fokus Pembangunan Diperkuat
