Dulu Dipindah dari Jawa, Kini Jadi Juragan Sawit di Sulawesi: Subhan Raup Rp15 Juta per Bulan

sekitarbandung.com – Kisah inspiratif datang dari Subhan (60), seorang juragan sawit sukses asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Ia membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja,

Aracely Azwa

Dulu Dipindah dari Jawa, Kini Jadi Juragan Sawit di Sulawesi: Subhan Raup Rp15 Juta per Bulan

sekitarbandung.com – Kisah inspiratif datang dari Subhan (60), seorang juragan sawit sukses asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Ia membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja, asal mau bekerja keras dan memanfaatkan peluang, termasuk program transmigrasi.

Subhan dulunya hanya seorang buruh kebun asal Situbondo, Jawa Timur. Kini, ia bisa menikmati penghasilan tetap hingga Rp15 juta per bulan dari hasil kebun sawit miliknya.

Baca Juga: Guru Madin Didenda Rp25 Juta Gegara Tampar Murid, Warga Balas dengan Donasi

Transmigrasi: Titik Awal Lahirnya Juragan Sawit

Perjalanan hidup Subhan berubah drastis ketika ia mengikuti program transmigrasi pada tahun 1988. Bersama keluarganya, ia ditempatkan di wilayah Mamuju Tengah, Sulawesi Barat—kawasan yang kala itu masih minim infrastruktur tetapi kaya akan potensi alam, khususnya untuk sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kami diberi jatah 3 hektar tanah, rumah, dan kebutuhan hidup selama setahun, termasuk alat dapur dan alat pertanian,” kenang Subhan saat menerima kunjungan Menteri Transmigrasi, Jumat (18/7/2025).

Awalnya, Subhan bekerja sebagai buruh di kebun sawit milik perusahaan. Namun semangat dan tekadnya membawanya mulai mengelola lahannya sendiri sejak tahun 1989. Kini, ia telah memiliki 5 hektar lahan kelapa sawit bersertifikat yang dikelola secara mandiri.

Ketekunan yang Mengubah Nasib

Sebagai juragan sawit, Subhan tak serta-merta sukses dalam semalam. Proses panjang dan kerja keras membentuknya hingga seperti sekarang.

“Yang penting giat dan jangan menyerah. Tidak ada kesuksesan yang instan,” katanya.

Kini, berkat hasil kebunnya, ia bisa meraup penghasilan hingga Rp15 juta per bulan—angka yang stabil dan cukup tinggi untuk ukuran petani mandiri di daerah.

Dukungan Pemerintah Lewat Program Ekspedisi Patriot

Kisah sukses Subhan menjadi inspirasi dan bukti bahwa program transmigrasi masih relevan jika dibarengi dukungan dan pemberdayaan. Untuk memperkuat daerah-daerah transmigrasi seperti Mamuju, Kementerian Transmigrasi berencana mengirimkan 105 peneliti dari tujuh kampus besar di Indonesia melalui program Ekspedisi Patriot.

“InsyaAllah bulan depan akan hadir 21 tim peneliti dari UI, IPB, ITB, ITS, UNDIP, UNPAD, dan UGM di Sulawesi Barat,” ujar Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman.

Tim ini akan meneliti potensi pengembangan sektor pariwisata, ekonomi, dan infrastruktur, seperti pembukaan akses jalan menuju destinasi Negeri Atas Awan Marano, yang selama ini terisolasi.

Mau Tahu Lebih Lanjut Soal Transmigrasi dan Pengembangannya?

Kunjungi laman resmi Kementerian Desa dan Transmigrasi untuk informasi terbaru tentang program pengembangan wilayah, dukungan transmigrasi, dan beasiswa Ekspedisi Patriot.

Kisah juragan sawit Subhan adalah bukti nyata bahwa keberhasilan datang dari kombinasi antara peluang, kerja keras, dan dukungan sistem. Dari hanya seorang buruh kebun, ia membuktikan bisa menjadi petani sukses yang mandiri dan menginspirasi.

Jika ingin mendapatkan update lainnya seputar inspirasi dan perkembangan ekonomi wilayah, terus kunjungi sekitarbandung.com.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar