sekitarbandung.com – Kasus kebakaran di Bandung terus meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Bandung, sejak Januari hingga Agustus 2025 sudah terjadi 174 kasus kebakaran. Mayoritas menimpa rumah tinggal warga, sementara sebagian lainnya terjadi di gudang, toko, dan fasilitas umum.
Data Kasus Kebakaran di Bandung Tahun 2025
Kasie Pemadaman Diskarmat Kota Bandung, Asep Rahmat, menyampaikan bahwa kebakaran di Bandung merupakan ancaman yang sulit diprediksi.
“Kebakaran bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Faktor utamanya adalah kelalaian kecil yang kemudian berkembang menjadi musibah besar,” katanya, Jumat (22/8/2025).
Berdasarkan data, lebih dari 60% kasus kebakaran tahun ini disebabkan oleh korsleting listrik. Sisanya disebabkan oleh kelalaian penggunaan kompor gas, pembakaran sampah sembarangan, serta penyimpanan bahan mudah terbakar yang tidak sesuai aturan.
Baca Juga: BoysFightArea Series II Hadir di Bandung, Tempa Bibit Muaythai Jawa Barat
Faktor Penyebab Kebakaran di Bandung yang Paling Sering Terjadi
Menurut Asep, kebakaran seringkali berawal dari hal-hal sederhana yang diabaikan, di antaranya:
-
Kabel listrik bertumpuk pada satu colokan.
-
Penggunaan peralatan elektronik tanpa standar SNI.
-
Kompor gas bocor atau dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
-
Bahan bakar dan barang mudah terbakar yang disimpan dekat sumber panas.
“Banyak insiden dimulai dari korsleting listrik dan tabung gas yang bocor. Jika masyarakat lebih waspada, kasus kebakaran bisa ditekan,” jelas Asep.
Kerugian Akibat Kebakaran di Bandung
Dari total 174 kasus, Diskarmat mencatat kerugian mencapai miliaran rupiah. Beberapa keluarga kehilangan rumah beserta harta bendanya. Selain kerugian material, warga juga mengalami trauma psikologis akibat musibah tersebut.
“Yang paling berat bukan hanya kehilangan rumah atau harta, tapi juga rasa aman. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat untuk peduli pada pencegahan,” ujar Asep.
Langkah Pencegahan Kebakaran di Bandung Sejak Dini
Diskarmat menekankan bahwa pencegahan lebih murah dibandingkan penanganan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan warga Bandung, yaitu:
-
Memeriksa instalasi listrik secara rutin minimal setahun sekali.
-
Menggunakan kabel dan stop kontak berstandar SNI.
-
Mematikan kompor dan listrik saat meninggalkan rumah.
-
Menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumah atau toko.
-
Menyimpan bahan bakar di tempat yang aman dan jauh dari sumber panas.
-
Mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran sederhana yang rutin digelar Diskarmat.
Edukasi Masyarakat untuk Kurangi Risiko Kebakaran di Bandung
Selain penanganan teknis, Diskarmat juga gencar melakukan edukasi. Program sosialisasi di sekolah, kelurahan, hingga komunitas warga digelar untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran.
“Kami ingin agar masyarakat bisa menjadi pemadam kebakaran bagi dirinya sendiri. Artinya, sebelum petugas datang, warga sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah api meluas,” jelas Asep.
Salah satu edukasi penting adalah cara menggunakan APAR dan langkah darurat saat api mulai muncul, seperti tidak panik, menutup sumber api, serta segera menghubungi layanan darurat 113.
Sebagai informasi tambahan, panduan lengkap tentang keselamatan kebakaran rumah tangga dapat dibaca melalui situs resmi Kementerian Dalam Negeri – Pencegahan Kebakaran.
Kasus kebakaran di Bandung yang mencapai 174 insiden sepanjang 2025 menjadi peringatan serius. Warga perlu lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Dengan kewaspadaan kolektif, risiko kebakaran bisa ditekan sehingga keselamatan warga tetap terjaga.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

