sekitarbadungcom – Kebakaran TPAS Galuga Bogor kembali menjadi perhatian setelah area terdampak dilaporkan meluas hingga sekitar 7,1 hektare. Angka tersebut merupakan perkembangan terbaru yang disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada 11 September 2026.
Penghitungan itu mencakup area terbakar di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, termasuk lahan di luar TPAS serta kawasan pengelolaan sampah.
Kebakaran TPAS Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare
Menurut laporan terbaru, luas area terdampak sebelumnya tercatat sekitar 1,7 hektare, kemudian berkembang menjadi lima hektare, sebelum diperbarui menjadi kurang lebih 7,1 hektare ketika wilayah Kota Bogor ikut dihitung.
Perubahan angka tersebut menunjukkan pendataan lapangan masih menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian.
Kronologi Kebakaran TPAS Galuga
Kebakaran bermula dari lahan pertanian yang berada di sekitar kawasan TPAS Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut titik api mulai terpantau sekitar pukul 16.00 WIB pada 7 September 2026.
Kobaran kemudian membesar hingga malam dan merambat menuju area TPAS. Kondisi angin membuat penyebaran api menjadi lebih sulit dikendalikan.
Pemerintah juga menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas selama penanganan berlangsung.
Kondisi Terkini di Lokasi Kebakaran
Perkembangan terbaru menunjukkan kobaran api tidak lagi terlihat di sejumlah lokasi, tetapi asap masih muncul dari beberapa gundukan sampah.
Kondisi tersebut berkaitan dengan bara yang masih berada di bagian dalam timbunan. Petugas kemudian membongkar gundukan menggunakan alat berat untuk menemukan titik panas, dilanjutkan penyemprotan dan pendinginan sebelum timbunan ditutup kembali.
Situasi ini membuat proses penanganan tidak cukup hanya menghilangkan api yang terlihat dari permukaan.
Pemeriksaan terhadap bagian dalam timbunan diperlukan agar bara tidak kembali memicu kebakaran. Pemantauan juga menjadi penting selama proses pendinginan berlangsung.
Upaya Pemadaman oleh Tim Gabungan
Penanganan dilakukan secara bersama oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait.
Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor mengerahkan personel pemadam kebakaran serta BPBD untuk menghadapi penyebaran api di dua wilayah administratif.
Dukungan juga melibatkan TNI, Polri, PMI, Tagana, PDAM, relawan, dan unsur lainnya.
Selain pemadaman dari darat, bantuan udara disiapkan melalui water bombing untuk menjangkau titik yang sulit diakses.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuat parit pembatas sebagai langkah untuk mengurangi risiko api merambat ke area lain.
Pelayanan TPAS Galuga sempat ditutup sementara pada 8 September untuk mendukung proses penanganan.
Kendala Pemadaman di Area TPAS
Timbunan sampah menjadi salah satu tantangan karena bara dapat bertahan di bagian dalam meskipun api terbuka sudah tidak tampak.
Kondisi ini membuat petugas perlu membuka lapisan timbunan, menyiram titik panas, lalu melakukan pendinginan secara bertahap.
Luas area yang terdampak serta lokasi tertentu yang sulit dijangkau turut menambah tantangan operasional.
Karakter pengelolaan TPA juga penting diperhatikan. Penelitian tentang Galuga menekankan perlunya pengelolaan yang efektif, termasuk pengaturan zona, peningkatan layanan, dan upaya pengurangan sampah melalui pendekatan 3R. Kajian tersebut menggunakan wawancara dan dokumentasi untuk menganalisis strategi pengelolaan TPAS Galuga.
baca juga : Demi Proyek BRT, JPO di Terminal Cicaheum Dibongkar Saat Malam Hari
TPAS Galuga dan Persoalan Lingkungan
TPAS Galuga merupakan fasilitas yang berkaitan dengan pengelolaan sampah bagi wilayah Bogor.
Penelitian IPB mengenai kawasan tersebut menemukan adanya peningkatan volume sampah dan gunungan sampah yang berkaitan dengan penurunan kualitas lingkungan sekitar.
Studi tersebut juga menilai dampak lingkungan melalui pendekatan biaya kesehatan dan biaya pengganti air minum.
Kajian ilmiah tersebut tidak secara khusus membahas kebakaran 2026, tetapi dapat menjadi referensi untuk memahami bahwa pengelolaan timbunan sampah memiliki dimensi lingkungan yang perlu diperhatikan. Karena itu, penanganan kebakaran juga perlu berjalan bersama pengelolaan kawasan yang terencana.
Perkembangan Data Luas Area Terdampak
Angka 7,1 hektare perlu dipahami sebagai hasil penghitungan terbaru yang mencakup area di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Sementara itu, laporan BNPB pada 9 September mencatat perkiraan luas terdampak sekitar 42 hektare dan menyatakan data masih dalam proses pendataan.
Perbedaan tersebut menunjukkan data luasan dapat berubah sesuai metode, wilayah yang dihitung, dan pembaruan hasil lapangan.
Karena itu, informasi mengenai luas kebakaran sebaiknya selalu merujuk pada keterangan terbaru dari pihak berwenang agar pembaca memperoleh konteks yang tepat.
Imbauan dan Hal yang Perlu Diperhatikan Masyarakat
Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi dari pemerintah daerah, BNPB, BPBD, dan instansi resmi lain mengenai perkembangan kebakaran.
Area yang masih digunakan untuk pemadaman dan pendinginan juga perlu dihindari demi keselamatan.
Informasi mengenai kebakaran sebaiknya tidak disebarkan sebelum diverifikasi.
Perkembangan luasan, kondisi asap, dan status penanganan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan.
Dengan mengandalkan sumber resmi, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat sekaligus menghindari kesimpulan yang belum terbukti, terutama ketika kondisi lapangan masih mengalami perubahan dan pemantauan.
baca juga : Perkiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Suhu 21°C–24°C dan Berangsur Menurun Menjelang Tengah Malam

