sekitarbandung.com – Kemacetan Bandung akibat event besar kembali menyita perhatian publik. Puncaknya terjadi pada Selasa (22/7/2025) ketika ruas Jalan Ahmad Yani–Cicadas lumpuh sejak pukul 04.30 pagi. Padahal, waktu itu biasanya belum padat. Kepadatan lalu lintas terjadi karena membludaknya kendaraan dari peserta dan warga yang menghadiri acara berskala besar tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku terkejut melihat kemacetan yang begitu cepat terjadi.
“Saya kasih satu aja, saya tidak pernah menyangka jam 4.30 itu Jalan Ahmad Yani sudah penuh,” ungkap Farhan dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung.
Menurut Farhan, hal ini menjadi pelajaran penting. Evaluasi langsung dilakukan, khususnya terhadap skema rekayasa lalu lintas dan pola komunikasi publik kepada warga.
Baca Juga: Kerja Sama Pemkot dan Kadin Bandung Dorong Sektor Parkir dan Ritel Lokal
Table of Contents
ToggleKenapa Kemacetan Bandung Akibat Event Besar Bisa Terjadi Secepat Itu?
Farhan menjelaskan bahwa banyak peserta datang dari luar kota dan belum mendapat informasi yang cukup terkait jalur yang akan ditutup. Bahkan, keluhan soal suara klakson dan penumpukan kendaraan juga berasal dari peserta luar Bandung.
“Tampaknya yang banyak protes soal klakson itu adalah peserta dari luar kota,” tambah Farhan.
Ia menyebutkan bahwa sistem lalu lintas di Bandung tidak bisa dibandingkan langsung dengan kota besar lain seperti Jakarta. Geografi Bandung yang padat pemukiman dan banyaknya jalan alternatif menjadikan penutupan total seperti di Jakarta lebih sulit diterapkan.
Belajar dari Jakarta International Marathon
Pemkot Bandung akan mulai mengkaji model sterilisasi jalan yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta saat acara besar seperti Jakarta International Marathon.
“Kalau di Jakarta bisa steril total. Di Bandung, hanya ruas tertentu seperti Jalan Merdeka yang bisa ditutup total dari tengah malam sampai pagi,” terang Farhan.
Langkah ini diambil agar Bandung dapat mengantisipasi kemacetan dengan lebih baik tanpa mengorbankan akses warga ke permukiman.
Langkah Pemkot Bandung untuk Atasi Kemacetan di Masa Depan
Sebagai bentuk antisipasi ke depan, Pemkot Bandung menyiapkan strategi komunikasi yang lebih efektif untuk masyarakat dan peserta event dari luar kota. Informasi detail seputar penutupan jalan, waktu pelaksanaan, hingga jalur alternatif akan disampaikan secara masif melalui berbagai kanal komunikasi.
“Kita akan cari pola komunikasi yang lebih efektif,” ujar Farhan.
Tak hanya itu, pihak kepolisian dan Dishub akan diminta untuk membuat pemetaan arus kendaraan agar prediksi titik rawan macet bisa diantisipasi lebih tepat. Dalam hal ini, Pemkot juga berencana menggandeng pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merancang sistem lalu lintas yang lebih adaptif dan berbasis data.
Kemacetan Bandung Akibat Event Besar Harus Diantisipasi Lebih Matang
Kemacetan Bandung akibat event besar tak bisa dianggap remeh. Selain berdampak pada peserta, hal ini juga mengganggu aktivitas warga. Kota Bandung butuh sistem lalu lintas yang adaptif dan komunikasi publik yang kuat agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

