Keracunan Massal MBG Bandung Barat, Disdik Beri Dispensasi Siswa agar Fokus Pulihkan Kesehatan

sekitarbandung.com – Kasus keracunan massal MBG Bandung Barat yang terjadi di Kecamatan Cipongkor dan sekitarnya masih menyisakan perhatian serius. Peristiwa ini menimpa ratusan siswa dari

Aracely Azwa

Keracunan Massal MBG Bandung Barat

sekitarbandung.com – Kasus keracunan massal MBG Bandung Barat yang terjadi di Kecamatan Cipongkor dan sekitarnya masih menyisakan perhatian serius. Peristiwa ini menimpa ratusan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Meski begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, sementara siswa yang terdampak diberikan dispensasi untuk memulihkan kesehatan.

KBM Tidak Diliburkan Meski Ada Ratusan Korban

Plt Kepala Disdik KBB, Dadang A. Sapardan, menegaskan bahwa aktivitas belajar di sekolah terdampak tetap berjalan normal. “KBM tetap berlangsung seperti biasa bagi siswa yang tidak menjadi korban keracunan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/9/2025).

Sebelumnya, ada wacana untuk meliburkan sekolah di wilayah terdampak. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama, keputusan tersebut dibatalkan. “Tadinya mau diliburkan kemarin, tapi setelah ditinjau ulang, akhirnya kegiatan tetap berjalan,” jelas Dadang.

Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: Ratusan Siswa Dilarikan ke Puskesmas

Dispensasi Khusus untuk Korban Keracunan

Disdik memberikan dispensasi khusus kepada siswa yang masih dalam masa pemulihan. Mereka tidak diwajibkan hadir di sekolah hingga kondisi tubuh kembali normal. “Beberapa siswa masih lemas dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan di posko. Kami pastikan mereka tidak dibebani tugas sekolah terlebih dahulu,” ujar Dadang.

Dengan dispensasi ini, siswa bisa fokus memulihkan kesehatan tanpa khawatir tertinggal pelajaran. Guru di sekolah juga diarahkan agar memberikan dukungan akademik secara bertahap kepada siswa pasca pemulihan.

Pemerintah Daerah Turun Tangan

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suyatman, sebelumnya menegaskan bahwa kasus keracunan ini sudah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) selaku otoritas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemprov Jabar berkomitmen memberikan dukungan penuh agar evaluasi berjalan menyeluruh.

Selain itu, BPOM Indonesia juga akan dilibatkan dalam pengawasan. Lembaga tersebut bertugas memastikan menu MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga higienis dan aman dikonsumsi anak-anak.

Uji Laboratorium untuk Cari Penyebab

Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan. “Kami ingin semua informasi bersumber dari data yang valid. Jangan sampai ada hoaks yang memperkeruh situasi,” kata Herman.

Pihak sekolah dan orang tua diimbau tetap tenang dan mendukung proses pemulihan siswa. Pemerintah memastikan setiap langkah akan diambil berdasarkan hasil uji dan rekomendasi ahli kesehatan.

Fokus pada Pemulihan dan Pencegahan

Dadang menegaskan, prioritas utama saat ini adalah kesehatan siswa. “Yang terpenting adalah kondisi mereka pulih. Untuk sementara, tugas akademik tidak akan dibebankan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam penyelenggaraan MBG. Mulai dari distribusi makanan, standar kebersihan, hingga waktu pengolahan, semua akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Harapan Orang Tua dan Guru

Banyak orang tua menyambut baik langkah Disdik yang memberikan dispensasi. Mereka berharap anak-anak bisa pulih dengan tenang tanpa tekanan akademik. Guru juga diinstruksikan untuk mendampingi siswa pasca pemulihan dengan cara yang lebih fleksibel.

Sementara itu, masyarakat bisa mengakses informasi resmi terkait gizi seimbang dan keamanan pangan melalui Kementerian Kesehatan RI. Hal ini penting agar orang tua memiliki pemahaman lebih dalam menjaga kesehatan anak di luar program MBG.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar