Keracunan MBG Cisarua: SPPG Panyandaan Klarifikasi dan Siapkan Evaluasi Total

sekitarbandung.com – Kasus Keracunan MBG Cisarua di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan publik usai puluhan siswa dari beberapa sekolah mengalami gejala mual dan pusing setelah

Aracely Azwa

Keracunan MBG Cisarua

sekitarbandung.com – Kasus Keracunan MBG Cisarua di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan publik usai puluhan siswa dari beberapa sekolah mengalami gejala mual dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak SPPG Panyandaan sebagai dapur penyedia menu MBG akhirnya memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar keamanan pangan.

SPPG Panyandaan Jelaskan Kronologi Kasus Keracunan MBG Cisarua

Kepala dapur SPPG Panyandaan, Satia Wiguna, menjelaskan bahwa pada hari kejadian, pihaknya memasak dan mendistribusikan 3.649 porsi makanan MBG untuk delapan sekolah di wilayah Kecamatan Cisarua.

“Kami mulai masak sejak pukul 23.00 WIB agar semua makanan bisa dikirim sebelum jam belajar dimulai. Setelah selesai, makanan kami dinginkan dulu selama satu jam untuk menjaga kualitas,” ujar Satia.

Sekolah yang menerima distribusi MBG antara lain SMKN 1 Cisarua, MA Bina Insani, MA dan MTS Ponpes Al-Furqon, SDN 1 Garuda, SDN 1 Barukai, SMPN 1 Cisarua, serta PAUD Al Muslimun.

Baca Juga: Lahan TPST Gedebage Mangkrak, Pemkot Bandung Ubah Arah Kebijakan Pengelolaan Sampah

Kualitas Daging Ayam Diduga Penyebab Keracunan MBG Cisarua

Terkait dugaan bahwa daging ayam menjadi penyebab Keracunan MBG Cisarua, Satia membantah keras. Ia menegaskan semua bahan makanan berasal dari pemasok terpercaya dan dalam kondisi segar.

“Kami selalu cek kondisi bahan baku, terutama daging ayam. Barang datang dalam keadaan baik, tidak bau, dan langsung kami bersihkan sebelum diolah,” tegasnya.

Satia menyebut bahan baku diperoleh dari tiga pemasok berbeda yang menyuplai beras, daging, telur, dan sayuran. Ia memastikan evaluasi internal sudah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Produksi Tengah Malam, Demi Ketepatan Distribusi MBG

SPPG Panyandaan dikenal menyiapkan ribuan porsi setiap harinya dalam program Makan Bergizi Gratis. Karena jumlahnya besar, proses masak dilakukan malam hari agar makanan sampai tepat waktu.

“Kami harus mulai malam karena pengiriman harus selesai sebelum pagi. Itu sebabnya proses pendinginan jadi penting untuk mencegah kontaminasi,” kata Satia.

Meski begitu, ia tidak menampik perlunya pengawasan ekstra terhadap penyimpanan suhu makanan sebelum dikirim ke sekolah-sekolah penerima program MBG.

Sertifikasi SPPG Panyandaan Masih Dalam Proses

Satia mengakui bahwa saat ini dapur SPPG Panyandaan belum memiliki sertifikat resmi kelayakan produksi. Namun, proses sertifikasi sedang dijalankan bersama dinas terkait.

“Kami sudah dijadwalkan pelatihan dan sertifikasi pada 21 Oktober 2025. Setelah itu, kami akan lebih siap dari sisi legalitas dan pengawasan mutu,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang diinisiasi pemerintah daerah agar kasus Keracunan MBG Cisarua tidak terulang di masa mendatang.

Dinas Kesehatan Teliti Penyebab Keracunan MBG Cisarua

Dinas Kesehatan Bandung Barat (Dinkes KBB) telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Dugaan sementara, insiden bisa dipicu oleh faktor suhu penyimpanan atau kontaminasi ringan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Semua sampel sudah dikirim, dan hasilnya akan segera diumumkan,” ujar salah satu petugas Dinkes.

Beberapa siswa yang sempat mengalami gejala kini telah pulih setelah menjalani observasi di puskesmas setempat.

Evaluasi Total Pasca Kasus Keracunan MBG Cisarua

Menutup penjelasannya, Satia menegaskan bahwa SPPG Panyandaan siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem produksi dan distribusi MBG.

“Keselamatan anak-anak sekolah adalah prioritas. Kami akan memperbaiki semua proses agar lebih aman dan transparan,” tuturnya.

Menurut Satia, semangat gotong royong melalui program Makan Bergizi Gratis perlu dilanjutkan, tetapi harus disertai pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar