Sekitarbandung.com – Pada 54 tahun lalu, Kereta Api Sindang Marga dengan rute Kertapati-Lubuk Linggau (pp) mulai beroperasi pada tanggal 6 April 1972 dan diluncurkan oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).
Kereta tersebut beroperasi pada malam hari dan menjadi salah satu transportasi masyarakat yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Beroperasi dengan Kelas Bisnis dan Eksekutif
Pada awal perjalanannya, Kereta Api Sindang Marga melayani penumpang dengan kelas bisnis.
Seiring waktu dan kebutuhan perjalanan yang terus berkembang, pada tahun 2000-an hadir tambahan layanan kelas eksekutif untuk memberikan pilihan kenyamanan yang lebih beragam.
Bagian dari Jaringan Perkeretaapian Sumatera
Sejak awal pengoperasiannya, Kereta Api Sindang Marga menjadi bagian penting dalam jaringan perkeretaapian di Sumatera Selatan.
Rute Kertapati-Lubuk Linggau tidak hanya menghubungkan antarkota, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.
Baca Juga: 5 Juta Pelanggan Telah Mudik Lebaran 2026 Naik KAI, Didominasi oleh Kelas Ekonomi
Peran yang Terus Berlanjut
Hingga kini, Kereta Api Sindang Marga tetap menjadi salah satu layanan andalan untuk perjalanan jarak menengah di Sumatera Selatan.
Dengan jadwal perjalanan malam hari, kereta ini memberikan alternatif perjalanan yang efisien bagi pelanggan yang ingin memaksimalkan waktu perjalanan.
Lebih dari Sekadar Nama
Selama lebih dari lima dekade, KA Sindang Marga terus menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, menghubungkan berbagai tujuan dan aktivitas.
Ke depannya, kereta ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Apakah ada yang tahu arti dari nama Sindang Marga?
Baca Juga: Berikut Penyebab Kereta Cepat Whoosh Tiba-tiba Berhenti di Kota Bandung

