Kisah Tragis Septian Raharja Tewas Tersambar Petir Saat Bermain Sepak Bola

Sekitarbandung.com – Peristiwa memilukan terjadi di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, pada Sabtu, 10 Februari 2024. Seorang pemain sepak bola amatir bernama Septian Raharja meninggal dunia setelah

Dicky Wicaksono

Kisah Tragis Septian Raharja Tewas Tersambar Petir Saat Bermain Sepak Bola
Kisah Tragis Septian Raharja Tewas Tersambar Petir Saat Bermain Sepak Bola

Sekitarbandung.com – Peristiwa memilukan terjadi di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, pada Sabtu, 10 Februari 2024.

Seorang pemain sepak bola amatir bernama Septian Raharja meninggal dunia setelah tersambar petir saat mengikuti pertandingan persahabatan di lapangan terbuka.

Insiden tersebut terjadi ketika laga fun football antara tim Football Boots Indonesia (FBI) Subang melawan tim FC Bandung tengah berlangsung.

Septian diketahui merupakan salah satu pemain dari tim FBI Subang yang ikut dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Pertandingan baru berjalan sekitar belasan menit ketika cuaca di sekitar stadion tampak mendung meski tidak disertai hujan.

Tanpa peringatan, petir menyambar area lapangan dan mengenai tubuh Septian yang sedang berada di tengah permainan.

Ia langsung terjatuh dan tak sadarkan diri, membuat suasana pertandingan berubah panik.

Baca Juga: Insiden Brutal PKT Bontang vs Persela Lamongan 7 Maret 2009 Mengguncang Sepak Bola Indonesia

Rekan-rekan setim serta panitia pertandingan segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Septian ke rumah sakit terdekat.

Namun setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Septian Raharja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan di tim FBI Subang.

Ia dikenal aktif mengikuti berbagai pertandingan sepak bola amatir dan memiliki kecintaan besar terhadap olahraga tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan dalam kegiatan olahraga luar ruangan.

Kondisi cuaca yang tampak normal tidak selalu menjamin keamanan, karena sambaran petir dapat terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan duka dan keprihatinan, sekaligus menjadi pelajaran penting tentang kewaspadaan terhadap potensi bahaya alam dalam setiap aktivitas di ruang terbuka.

Baca Juga: Soekarno Mirip Hashirama hingga Jokowi Mirip Naruto, Ini Persamaan Presiden Indonesia dengan Hokage Konoha

Related Post

Tinggalkan komentar