Sekitarbandung.com – Pada tahun 1996, Pakar Anatomi Biologis Maciej Henneberg memberikan peringatan kepada kepolisian Australia agar lebih berhati-hati saat menganalisis sidik jari di sekitar habitat koala.
Menurutnya, jika tidak teliti, polisi bisa saja menghabiskan waktu memburu pelaku yang sebenarnya bukan manusia, melainkan koala liar yang tanpa sengaja menyentuh atau menginjak barang bukti.
11 12 dengan Sidik Jari Manusia
Bayangkan ada sebuah TKP misterius. Polisi menemukan jejak sidik jari yang terlihat sangat jelas pada barang bukti.
Ketika diperiksa di laboratorium forensik, pola tersebut terbaca sempurna layaknya sidik jari manusia. Namun, saat dicocokkan dengan database pelaku kriminal, hasilnya tidak ditemukan kecocokan.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata jejak tersebut bukan berasal dari sindikat kriminal, melainkan seekor koala liar yang tanpa sengaja berada di lokasi kejadian.
Hal itu memang cukup membingungkan. Ujung jari koala memiliki pola garis (ridges), lengkungan (loops), dan pusaran (whorls) yang sangat mirip dengan pola pada jari manusia.
Bahkan di bawah mikroskop elektron, para ahli forensik tetap harus bekerja ekstra keras untuk membedakan keduanya.
Baca Juga: Momen Ketika Kucing Ini Terjebak di Dalam Kelas dan Pintar Buka Jendela Sendiri
Silsilah Koala dan Manusia Berpisah
Padahal, jika dilihat dari silsilah evolusi, garis keturunan manusia dan koala telah berpisah sejak puluhan juta tahun yang lalu.
Lalu, mengapa bentuk sidik jari keduanya bisa menghasilkan pola yang hampir sama?
Evolusi Konvergen
Dalam dunia sains, fenomena tersebut dikenal dengan istilah Evolusi Konvergen, yaitu ketika alam menghasilkan karakteristik serupa pada spesies yang berbeda.
Pada koala, tekstur kasar pada jari berkembang untuk membantu memperkuat cengkeraman saat memanjat pohon.
Fungsinya mirip dengan sidik jari manusia yang membantu meningkatkan daya cengkeram saat memegang berbagai benda, termasuk HP ketika sedang scrolling media sosial.
Selain berfungsi sebagai grip anti-slip, sidik jari tersebut juga dipenuhi saraf yang sangat sensitif.
Koala memanfaatkannya untuk meraba tekstur dan memilih daun ekaliptus yang paling segar hanya melalui sentuhan.
Baca Juga: 7 Hewan yang Punya Nama Unik dan Lucu

