sekitarbandung.com – Kadang Bandung tuh selalu punya plot twist-bahkan yang terjadi di tahun 1961 sekalipun.
Bayangin, di era belum ada dating apps, belum ada swipe kanan-kiri, tiba-tiba kota ini kena “drama demografi” yang bikin heboh satu Jawa Barat.
Siapa sangka, Bandung pernah kekurangan… cewek? Yup, shortage-nya ribuan pula! Yuk, kita throwback ke berita OG dari 1961 yang vibes-nya kayak statistik tapi feel-nya kayak kisah cinta yang nggak seimbang.
Berikut ini kisahnya:
Kota Bandung kekurangan wanita 4.023 orang. “Defisit” djumlah wanita itu menurut “Antara”, ternjata sesudah diadakan “handsorting” berdasarkan atas tjajatan “moment-telling” dalam rangka sensus sekarang.
Daerah Kotapradja Bandung adalah satu-satunja Daerah Tingkat II di seluruh Daerah TK. I Djawa Barat (di Djawa Barat terdapat 23 Daerah TK. II), di mana djumlah penduduk laki-laki lebih banjak daripada djumlah penduduk perempuan.
Seperti diketahui, pada awal November jang lalu, telah berlangsung “moment-telling” dalam rangka sensus. Dalam Daerah Kotapradja Bandung terjtatat sedjumlah 966.359 djiwa penduduk (para anggauta angkatan bersendjata dan keluarganja tidak terhitung).
Baru-baru ini telah dimulai dengan “handsorting”, jaitu menjortir semua kartu dengan tangan dan ternjata dari jumlah penduduk Daerah Kota Bandung ada 485.191 orang laki-laki dan hanja ada 481.168 orang wanita.
Dalam tahun-tahun sebelum ada sensus, Kantor Tjatjah Djiwa Kotapradja Bandung selalu mentjatat kelebihan djumlah wanita.
Dari Bogor dikabarkan bahwa Daerah Kabupaten Bogor pun mem-punjai kelebihan penduduk laki-laki jaitu 9 orang.
Baca juga : Transfer Pusat Turun Tajam, KBB Hadapi Defisit APBD 2026
Jadi ternyata, jauh sebelum Bandung jadi kota penuh coffee shop dan mahasiswa rantau, kota ini pernah dilanda “krisis jomblo potensial” versi 1961.
Statistiknya serius, tapi vibes-nya kayak Bandung lagi bilang, “Bro, ceweknya kurang… gimana nih?” Dan Bogor pun nggak mau kalah dengan surplus cowok… sembilan orang doang tapi tetap vibes kompetitif.
Throwback kayak gini bikin kita sadar, drama demografi tuh udah ada dari dulu-bedanya, sekarang tinggal nunggu trending di Twitter aja.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

