Kristiani Herrawati Temani Sejak Jadi Perwira Muda, hingga Mengantar SBY ke Puncak Istana Negara

Sekitarbandung.com – Kisah ini bermula di Magelang pada tahun 1973. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah taruna cerdas, tetapi berasal dari keluarga biasa di Pacitan. Di

Dicky Wicaksono

Kristiani Herrawati Temani Sejak Jadi Perwira Muda, hingga Mengantar SBY ke Puncak Istana Negara
Kristiani Herrawati Temani Sejak Jadi Perwira Muda, hingga Mengantar SBY ke Puncak Istana Negara

Sekitarbandung.com – Kisah ini bermula di Magelang pada tahun 1973. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah taruna cerdas, tetapi berasal dari keluarga biasa di Pacitan. Di sana, ia jatuh cinta pada Kristiani Herrawati (Ani).

Ani merupakan putri dari Sarwo Edhie Wibowo, Gubernur Akmil saat itu. Banyak yang ragu, mungkinkah pemuda biasa meminang anak jenderal legendaris?

SBY membuktikan pantang mundur. Ia lulus sebagai Lulusan Terbaik (Adhi Makayasa) pada tahun 1973. Melihat kegigihan dan wibawa SBY, Jenderal Sarwo Edhie merestui hubungan mereka.

Hingga pada akhirnya pada tahun 1976, SBY dan Ani resmi menikah dan membangun sebuah keluarga. Perjalanan panjang sebagai istri seorang prajurit militer pun dimulai.

Menjadi anak jenderal tidak membuat hidup Ani mewah setelah menikah. Di awal pernikahan, gaji SBY sebagai perwira muda sangat kecil.

Ransum tentara pun dijatah. Demi menambah gizi anak-anaknya, Ani sampai rela menitipkan es mambo buatan tangannya ke pembantu untuk diperjualbelikan.

Ani tidak pernah mengeluh. Ia setia mendampingi SBY bertugas dari satu daerah ke daerah lain, melewati kerasnya kehidupan militer, hingga SBY masuk ke dunia politik.

Kesabaran itu berbuah manis. Pada tahun 2004, sejarah mencatat: SBY terpilih sebagai Presiden pertama RI yang dipilih langsung oleh rakyat.

Baca Juga: Syafruddin Prawiranegara Pernah Pimpin Negara Ini, tetapi Namanya Sengaja Dihilangkan dari Buku Pelajaran Sekolah

Selama 10 tahun kepemimpinan SBY pada tahun 2004-2014, tinggal di Istana Negara, Ani bukanlah hanya sekadar pajangan biasa.

Ia selalu mendampingi SBY, hobi memotret momen bersejarah, dan menjadi “sistem pendukung” paling kokoh bagi SBY di tengah panasnya badai politik Indonesia.

Pada tahun 2019 menjadi ujian terberat. Ani divonis terkena kanker darah. SBY pun meninggalkan segala urusan politiknya.

Ia siang-malam berada di Singapura, menemani sang istri berjuang melawan penyakitnya. Tatapan SBY selalu penuh cinta, sama seperti saat pertama kali bertemu di Magelang.

Ani Yudhoyono berpulang pada 1 Juni 2019. Tangis Presiden ke-6 RI itu pecah. Pria yang dikenal tegas sebagai jenderal dan tenang sebagai presiden, runtuh saat kehilangan belahan jiwanya.

Sebuah cinta sejati yang mengabdi selama kurang lebih 43 tahun, pada akhirnya hanya bisa dipisahkan oleh maut.

Kisah SBY dan Ani adalah bukti nyata bahwa kehebatan seorang pria tak lepas dari ketangguhan wanita yang setia menemaninya berjuang dari titik nol hingga puncak tertinggi.

Cinta mereka melampaui jabatan, bertahan dalam badai, dan hanya terpisahkan oleh maut. Sebuah teladan tentang kesetiaan tanpa syarat.

Alfatihah untuk Almarhumah Ani Yudhoyono.

Baca Juga: Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Dua Periode yang Membawa Stabilitas dan Citra Demokrasi

Related Post

Tinggalkan komentar