Sekitarbandung.com – Ibu berperan sebagai pendidik pertama bagi anak bisa menentukan karakter, moral, dan kepribadian anak sejak dini.
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting untuk melihat kualitas layanan kesehatan, kesejahteraan keluarga, dan kesiapan suatu daerah dalam menjaga generasi penerus.
Setiap kasus kematian ibu adalah kehilangan yang berdampak pada keluarga, anak, dan masyarakat. Bagaimana kondisinya di Jawa Barat?
Angka Kematian Ibu di Jawa Barat Tahun 2020–2024
Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) menggambarkan besarnya risiko kematian ibu pada fase kehamilan, persalinan, dan masa nifas di setiap 100.000 kelahiran hidup (KH) dalam satu wilayah pada kurun waktu tertentu.
Jumlah kematian ibu tahun 2024 berdasarkan pelaporan profil kesehatan kabupaten/kota sebanyak 749 kasus atau 98,60 per 100.000 KH, turun 43 kasus dibandingkan tahun 2023, yaitu 792 kasus.
Persentase Kematian Ibu Berdasarkan Periodenya di Jawa Barat Tahun 2024
Kematian ibu sebanyak 749 kasus, terjadi pada ibu hamil sebanyak 25,10% (188 kasus), ibu bersalin sebanyak 15% (114 kasus), dan ibu nifas sebanyak 58,08% (435 kasus), serta terdapat 12 kasus kematian ibu dengan alamat domisili ditolak (alamat domisili yang dilaporkan salah).
Baca Juga: Bikin Nangis, Anak Kecil Korban Banjir Bandang Ini Minta Selimut ke Para Relawan untuk Ibunya
Upaya untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu
1. Penguatan Layanan Kesehatan Ibu Saat Hamil
- Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali.
- Deteksi dini risiko tinggi termasuk anemia, hipertensi, preeklamsia, dan infeksi.
- Edukasi gizi, persiapan persalinan, dan tanda bahaya.
2. Persalinan Aman oleh Tenaga Kesehatan Terlatih
- Mendorong semua persalinan dilakukan oleh bidan, dokter, atau tenaga kesehatan kompeten.
- Menjamin layanan 24 jam di puskesmas dan rumah sakit.
- Peningkatan jumlah dan kompetensi bidan desa.
3. Perawatan Paska Persalinan bagi Ibu dan Bayi
- Kunjungan postpartum minimal 3 kali: 6 jam–3 hari, 7–14 hari, dan 6 minggu setelah melahirkan.
- Pemeriksaan tekanan darah, perdarahan, infeksi, kondisi rahim, anemia, serta kesehatan mental.
- Monitoring tanda bahaya: perdarahan banyak, demam tinggi, kejang, sakit kepala berat, sesak, dan bau tidak normal.
Tak terhitung kasih sayang dan jasa orangtua yang telah membesarkan mulai dari kecil hingga dewasa dengan sepenuh hati, terutama Ibu.
Ibu berperan sebagai pendidik pertama bagi anak, menentukan karakter, moral, dan kepribadian sejak dini. Peran Ibu sangat penting sehingga melindungi Ibu sama dengan melindungi masa depan.
Setiap kasus kematian Ibu adalah kehilangan yang berdampak pada keluarga, anak, juga masyarakat.
Baca Juga: Lagi Rawat Inap, Cewek Ini Dibuat Ngakak Nenek yang Sedang Menyanyi Lagu Indonesia Raya

