Logo Baru Buruan Sae: Dari Pekarangan Warga

Sekitarbandung.com – Peluncuran logo baru Buruan Sae Utama di Kota Bandung bukan sekadar pergantian identitas visual, tetapi menandai sebuah langkah besar dalam perjalanan panjang gerakan ketahanan pangan

Acsyara Aulia

Logo Baru Buruan Sae: Dari Pekarangan Warga

Sekitarbandung.com – Peluncuran logo baru Buruan Sae Utama di Kota Bandung bukan sekadar pergantian identitas visual, tetapi menandai sebuah langkah besar dalam perjalanan panjang gerakan ketahanan pangan di perkotaan. Dari awalnya lahir sebagai inisiatif sederhana warga yang memanfaatkan pekarangan rumah, kini Buruan Sae menjelma menjadi gerakan bersama yang diakui secara nasional bahkan internasional.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa tantangan utama kota besar adalah ketergantungan pada pasokan pangan dari luar. Data mencatat, 96 persen pangan warga Bandung masih didatangkan dari luar daerah. Dalam konteks ini, Buruan Sae Utama hadir sebagai jawaban sekaligus solusi kreatif dengan mengandalkan kolaborasi warga, terutama generasi muda, yang memiliki energi dan inovasi untuk menggerakkan perubahan. Farhan menggambarkan bahwa logo baru ini merefleksikan arah baru pembangunan pangan perkotaan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan perkembangan Buruan Sae yang luar biasa. Apa yang dimulai dari halaman rumah kini sudah menjadi budaya warga, bahkan sampai dilirik dunia. Gerakan ini pernah meraih penghargaan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) Awards pada 2022 serta diundang ke Milan untuk berbagi praktik baik. Dengan logo baru, semangat Buruan Sae diharapkan semakin kuat dalam merangkul berbagai pihak untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh.

Dukungan juga datang dari mitra kolaborasi seperti Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial. Direktur eksekutifnya, Tunggal Pawestri, menilai Buruan Sae Utama selaras dengan program global Urban Future yang mendorong keterlibatan anak muda dalam transformasi pangan. Menurutnya, anak muda Bandung bukan hanya diajak kampanye, melainkan benar-benar dilibatkan dalam pelatihan kewirausahaan pangan. Harapannya, mereka dapat tumbuh menjadi motor perubahan yang membangun masa depan pangan berkelanjutan, inklusif, dan adil.

Peluncuran logo baru Buruan Sae Utama juga dirangkaikan dengan acara Food Youth Preneur Day (FYP Day). Ajang ini menjadi ruang bertemunya anak muda yang bergerak di bidang pangan berkelanjutan dengan dunia usaha. Berbagai inisiatif kewirausahaan muda dipamerkan, mulai dari inovasi pangan, gagasan hijau, hingga peluang jejaring bisnis yang bisa membuka jalan baru bagi kemandirian pangan di perkotaan.

Baca juga : Korupsi Dishub Bandung, Dua Kursi DPRD Resmi Diganti Lewat PAW

Lebih dari sekadar logo, Buruan Sae Utama adalah simbol semangat baru bagi Kota Bandung. Ia merekam perjalanan panjang sebuah gerakan akar rumput yang tumbuh menjadi identitas kolektif warganya. Melalui kerja sama lintas pihak dan keterlibatan generasi muda, Bandung tengah menata jalannya menuju kemandirian pangan. Di balik simbol baru itu, ada harapan besar untuk masa depan kota yang lebih tangguh, berdaya, dan berkelanjutan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar