Luas Daratan Jawa Barat Berdasarkan Kelas Topografi, Berikut Beberapa Wilayah yang Dimaksud!

Sekitarbandung.com – Bentang alam Provinsi Jawa Barat terdiri dari beragam kelas topografi yang memengaruhi karakteristik geografis wilayah, perbedaan kebutuhan tiap daerah, distribusi penduduk, serta berbagai aspek

Dicky Wicaksono

Luas Daratan Jawa Barat Berdasarkan Kelas Topografi, Berikut Beberapa Wilayah yang Dimaksud!
Luas Daratan Jawa Barat Berdasarkan Kelas Topografi, Berikut Beberapa Wilayah yang Dimaksud! (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Bentang alam Provinsi Jawa Barat terdiri dari beragam kelas topografi yang memengaruhi karakteristik geografis wilayah, perbedaan kebutuhan tiap daerah, distribusi penduduk, serta berbagai aspek pembangunan lainnya.

Berikut merupakan luas daratan di Jawa Barat berdasarkan kelas topografi:

  • Dataran Sangat Rendah (<25 mdpl): 683.372 atau 18 persen
  • Dataran Rendah (25–100 mdpl): 536.178 atau 14 persen
  • Dataran Sedang (100–500 mdpl): 1.155.155 atau 31 persen
  • Dataran Tinggi (500–1.500 mdpl): 1.211.153 atau 33 persen
  • Dataran Sangat Tinggi (1.500–3.033 mdpl): 123.689 atau 3 persen
  • Jumlah: 3.709.547 atau 100 persen

Wilayah dengan dataran rendah dominan (<100 mdpl):

  • Kabupaten Indramayu, Karawang, Bekasi, Cirebon, Subang, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, dan Kota Banjar.

Wilayah dengan dataran sedang dominan (100–500 mdpl):

  • Kabupaten Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Purwakarta, Pangandaran, Kota Bogor, dan Kota Tasikmalaya.

Wilayah dengan dataran tinggi dominan (>500 mdpl):

  • Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kota Sukabumi.

Wilayah dengan dataran sangat tinggi (>1.500 mdpl) atau kawasan puncak pegunungan:

  • Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Subang, Purwakarta, Tasikmalaya, Ciamis, dan Bogor, yang berperan penting sebagai kawasan hulu sungai serta daerah hutan lindung.

Baca Juga: Press Release BMKG Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat, 18–25 Desember 2025

Mengapa kita perlu mengetahui karakteristik wilayah berdasarkan topografi?

Beda Karakteristik Geografis = Beda Kebutuhan

Perbedaan topografi Jawa Barat bagian utara yang didominasi dataran rendah dan Jawa Barat bagian selatan yang didominasi pegunungan, hutan lindung, serta aliran sungai memengaruhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, tingkat aksesibilitas, hingga pola hidup masyarakat.

Manajemen Risiko Bencana

Pemahaman terhadap perbedaan risiko bencana antara wilayah Jawa Barat utara dan selatan dapat membantu perencanaan mitigasi bencana yang lebih tepat dan efektif.

Distribusi Penduduk dan Tekanan Lingkungan

Mayoritas penduduk Jawa Barat terkonsentrasi di wilayah utara, sementara wilayah selatan relatif lebih sepi namun menyimpan potensi sumber daya alam yang besar.

Keseimbangan pembangunan dapat dicapai apabila distribusi penduduk dan aktivitas ekonomi dikelola secara bijak.

Kepentingan Pengembalian Fungsi Ekologis dan Pemerataan Ekonomi

Dengan memahami perbedaan karakteristik wilayah Jawa Barat utara dan selatan, pembangunan ekonomi dapat diseimbangkan dengan upaya pemulihan fungsi ekologis demi menjaga kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Kamis (24/12/2025) menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap topografi suatu wilayah.

“Sangat penting bagi kita juga lho untuk mengetahui luas daratan dan karakteristik dari topografi suatu wilayah,” tulisnya dalam caption.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Siapkan Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya?

Related Post

Tinggalkan komentar