sekitarbandung.com – Mahasiswa UPI Pop-Up Book Augmented Reality menjadi inovasi terbaru dalam dunia pendidikan Islam. Program ini diperkenalkan melalui kegiatan PKM-PM 2025 yang digelar di DTA Al-Barkah, Gegerkalong, Kota Bandung.
Mahasiswa UPI yang tergabung dalam tim Zona Anak Religi (ZARI) membawa media belajar kreatif untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai Tarikh Islam, terutama kisah perjuangan Wali Songo.
Baca Juga: Pemkot Bandung Libatkan RW dan RT Data Kondisi Kirmir Sungai, Cegah Longsor Sejak Dini
Mahasiswa UPI Pop-Up Book Augmented Reality Diperkenalkan di Bandung
Ketua tim, Elsa Salsabila, bersama anggota Yuli Nur Faridah, Inna Kamilah Hayati, Astri Assyiah, dan Najla Nailah Nahdah, melaksanakan program ini di bawah bimbingan dosen Risris Hari Nugraha, M.Hum..
Melalui Pop-Up Book berbasis AR (Augmented Reality), santri bisa mempelajari sejarah Islam secara interaktif. Buku fisik yang memiliki gambar tiga dimensi dipadukan dengan teknologi digital, sehingga materi terlihat lebih nyata dan mudah dipahami.
Program PKM-PM 2025 Jadi Wadah Inovasi Pendidikan
Program berlangsung sejak 23 Agustus hingga 9 Oktober 2025. Selama hampir dua bulan, para santri diajak mengikuti pembelajaran kreatif yang menggabungkan literasi agama dengan teknologi digital.
Menurut Elsa, “Kami ingin menghadirkan cara belajar baru yang tidak membosankan. Dengan media ini, santri bisa memahami materi Tarikh Islam lebih cepat sekaligus menikmati proses belajar.”
Pop-Up Book Interaktif dengan Teknologi AR
Salah satu contoh penerapan adalah ketika santri diarahkan memindai gambar tertentu. Melalui aplikasi AR, gambar itu akan muncul dalam bentuk animasi tiga dimensi. Cara ini membuat kisah Wali Songo terasa lebih nyata.
Pengajar DTA Al-Barkah menyambut baik inovasi ini. “Kami merasa terbantu. Anak-anak lebih semangat belajar, bahkan mereka meminta sesi tambahan,” ungkap salah seorang ustazah.
Respons Positif Santri dan Pengajar
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan signifikan. Santri lebih antusias, pengajar lebih mudah menyampaikan materi, dan suasana belajar menjadi menyenangkan. Teknologi terbukti bisa berperan besar dalam mendukung pendidikan berbasis agama.
Masa Depan Pendidikan Kreatif di Bandung
Tim ZARI berharap inovasi ini bisa meluas ke berbagai sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Jika diterapkan lebih luas, metode ini berpotensi menjadi model pembelajaran modern yang menggabungkan nilai religius dengan teknologi digital.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari transformasi digital.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

