MCCI Dukung Bandara Husein Bandung Buka Lagi

sekitarbandung.com – Bandara Husein Sastranegara Bandung sebenarnya masih didarati pesawat jet komersial, baik angkutan penumpang dan kargo. Padahal, resminya Bandara Husein Sastranegara hanya digunakan untuk penerbangan

Acsyara Aulia

MCCI Dukung Bandara Husein Bandung Buka Lagi

sekitarbandung.com – Bandara Husein Sastranegara Bandung sebenarnya masih didarati pesawat jet komersial, baik angkutan penumpang dan kargo. Padahal, resminya Bandara Husein Sastranegara hanya digunakan untuk penerbangan komersial mesin baling-baling.

Pada waktu waktu tertentu, langit di atas Bandara Husein Sastranegara tampak beberapa pesawat jet akan mendarat maupun baru lepas landas. Ini menandakan bahwa lapangan terbang Bandara Husein memang masih ada aktivitas penerbangan pesawat jet komersial.

Diantara yang memperhatikan atau kebetulan sedang melintas Bandara Husein, tampak melihat ada pesawat pesawat jet komersial Airbus A320 Citilink, Boeing 737-300 My Indo, Boeing 737-300 Cardig Air, dll, atau pesawat pivate, bahkan nongkrong lama.

Pesawat-pesawat jet komersial yang mendarat di Bandara Husein Sastranegara itu sebenarnya bukan melayani penumpang. Tetapi, pesawat-pesawat jet komersial yang terlihat itu, akan memasuki fasilitas layanan perawatan pesawat yang ada di Kawasan Bandara Husein.

Table of Contents

Bisnis dilakukan

Kawasan Bandara Husein Sastranegara Bandung kini berkembang menjadi bisnis perawatan pesawat. Ada dua bisnis perawatan pesawat, yaitu di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan swasta di hangar Bandara Husein.

Bisnis perbaikan pesawat di kawasan Bandara Husein tampaknya memperoleh limpahan orderan dari yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta. Yang diperbaiki adalah pesawat tergolong baru komersial penumpang maupun klasik bisnis kargo.

Yang sedang agresif dikembangkan bisnis perawatan pesawat adalah PTDI, pada Senin, 4 Agustus 2025, mengabarkan kini memperoleh orderan perawatan pesawat Airbus A320 milik Citilink, serta pesawat private. Sebelumnya, PTDI melayani pengecatan pesawat Airbus A319 Aero Dili.

Nah, di seberangnya, ada pihak swasta yang lebih dulu melakukan bisnis perawatan pesawat. Yang terlihat adalah pesawat klasik untuk bisnis kargo, yaitu Boeing 737 milik My Indo dan Cardig Air, serta beberapa lainnya yang sudah tidak terlihat lagi karena sudah selesai.

Peluang

Kini, PTDI meningkatkan intensitas ekspansinya dalam menangkap peluang di pasar pesawat non-militer. Salah satunya melalui penyediaan layanan new livery paint untuk general aviation dengan berbagai jenis pesawat private jet, seperti Boeing Business Jet (BBJ), Gulfstream G450/G550, serta Embraer Legacy 600/650, yang kedepannya dapat dikembangkan mencakup berbagai pekerjaan lanjutan sesuai permintaan dan spesifikasi pelanggan.

Untuk pesawat komersial, khususnya narrow body, PTDI belum lama ini telah menyelesaikan pekerjaan pengecatan, beserta penggantian kursi (seat replacement) dan beberapa pekerjaan tambahan lainnya seperti cabin refurbishment terhadap pesawat Airbus A319 milik maskapai Aero Dili, Timor Leste. Saat ini, di hanggar PTDI Bandung juga sedang berlangsung pekerjaan perawatan besar (C-Check) terhadap pesawat Airbus A320 milik Citilink Indonesia, yang merupakan program kolaborasi antara PTDI dan GMF AeroAsia.

Baca juga : MCCI Dukung Bandara Husein Bandung Buka Lagi

Daud Zaini, Kepala Divisi Perawatan, Pusat Perakitan dan Modifikasi PTDI, menyebutkan, kolaborasi strategis antara PTDI dan GMF AeroAsia ini diyakini memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan kerja sama industri MRO nasional melalui penguatan kapabilitas teknis, peningkatan kapasitas tenaga kerja, pelaksanaan training, serta pengembangan alat bantu kerja (reverse engineering tools).

“Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang pekerjaan berkelanjutan untuk armada sejenis milik Citilink maupun dari calon pelanggan lainnya, tetapi juga mendorong peningkatan caplist PTDI secara menyeluruh,” ujar Daud Zaini.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar