Mengapa Indomaret dan Alfamart Sering Buka Bersebelahan? Kebetulan atau Memang Strategi?

Sekitarbandung.com – Indomaret dan Alfamart sengaja memilih lokasi yang sama (bersebelahan) karena memahami satu hal penting, yaitu lokasi dengan traffic tinggi jauh lebih berharga daripada

Dicky Wicaksono

Mengapa Indomaret dan Alfamart Sering Buka Bersebelahan? Kebetulan atau Memang Strategi?
Mengapa Indomaret dan Alfamart Sering Buka Bersebelahan? Kebetulan atau Memang Strategi?

Sekitarbandung.com – Indomaret dan Alfamart sengaja memilih lokasi yang sama (bersebelahan) karena memahami satu hal penting, yaitu lokasi dengan traffic tinggi jauh lebih berharga daripada sekadar menjauh dari kompetitor.

Daripada membuka toko di tempat sepi tanpa pesaing, mereka lebih memilih berada di titik yang sudah terbukti ramai meskipun harus berbagi dengan kompetitor.

Karena pada akhirnya, yang mereka kejar bukan hanya sekadar menghindari pesaing, tetapi juga mendapatkan perhatian sebanyak mungkin dari konsumen.

5 Alasan Utama

  • Persaingan ketat untuk merebut konsumen.
  • Menyasar pasar yang sama di lokasi strategis.
  • Pasar ritel tidak pernah mati (kebutuhan harian).
  • Ekspansi agresif untuk memperbanyak gerai.
  • Keunggulan masing-masing (promo, produk, dan lain-lain).

Dampak terhadap Konsumen

Ketika Indomaret dan Alfamart berada di lokasi yang sama, konsumen akan langsung memiliki dua pilihan dalam satu tempat.

Tanpa disadari, mereka akan membandingkan harga, promo, produk, dan kenyamanan sebelum memutuskan membeli barang yang diinginkan.

Hal tersebut membuat kedua brand terus meningkatkan kualitas, sehingga konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan dan penawaran yang lebih menarik.

Baca Juga: Di Indonesia Punya THR, Kalau di Negara Lain Punya atau Tidak?

Teori Ekonomi Hotelling’s Law

Fenomena ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam teori ekonomi, yaitu Hotelling’s Law yang menjelaskan bahwa dua penjual dengan produk serupa cenderung memilih lokasi yang berdekatan, bukan berjauhan.

Tujuannya agar tidak kehilangan pelanggan, karena jika salah satu menjauh, justru berisiko kehilangan lebih banyak konsumen ke kompetitornya.

Dari fenomena Indomaret dan Alfamart, dapat dilihat bahwa kompetitor tidak selalu harus dihindari, justru kehadiran mereka bisa membuat pasar lebih hidup dan menarik lebih banyak pelanggan.

Satu hal yang penting bukan seberapa jauh dari pesaing, tetapi seberapa kuat nilai yang ditawarkan karena pelanggan akan memilih berdasarkan harga, kualitas, dan pengalaman yang mereka rasakan.

Kesimpulannya, tidak perlu takut dengan kompetitor dan fokuslah membangun keunikan serta kualitas, karena yang akan bertahan adalah bisnis yang paling relevan dan dipercaya oleh masyarakat.

Baca Juga: A4A Clan Gelar UMKM Day, Kesempatan Emas bagi Para UMKM untuk Berikan Impact Lebih Luas

Related Post

Tinggalkan komentar