Sekitarbandung.com – Dilihat dari sisi ekonomi, mudik memang tampak merugikan karena menghabiskan uang, waktu, dan bahkan menyiksa fisik. Lalu, mengapa otak kita tetap memaksa untuk berangkat? Mengapa tidak cukup dengan video call saja?
Padahal pada dasarnya sama, yaitu untuk berkomunikasi dan saling meminta maaf. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu, karena video call sering kali terasa hambar. Mengapa demikian? Salah satunya karena tidak ada pengorbanan yang menyertainya.
Mudik Secara Sains
Dalam sains dikenal konsep Costly Signaling, yaitu manusia cenderung perlu berkorban untuk membuktikan loyalitas. Bermacet-macetan hingga 10 jam menjadi harga yang harus dibayar dalam konteks ini.
Hal tersebut dilakukan agar keluarga percaya bahwa cinta yang diberikan itu nyata, bukan sekadar kata-kata. Oleh karena itu, momen mudik ke kampung halaman menjadi sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
Secara biologis, manusia diprogram untuk menjaga ikatan dengan mereka yang memiliki DNA yang sama. Kita pulang untuk memastikan bahwa orang-orang inilah yang akan pertama kali memeluk kita saat kita terpuruk.
Baca Juga: Sejarah KAI: Operator Kereta yang Jadi Tulang Punggung Saat Mudik Lebaran Telah Tiba
Di kota, kita mungkin memiliki peran sebagai bos atau spesialis dengan berbagai beban tanggung jawab.
Namun, otak tetap membutuhkan istirahat dari peran tersebut. Saat dipanggil “Si Buyung” atau “Si Neng” dan diminta membantu pekerjaan rumah oleh ibu, otak kita seolah melepaskan beban peran yang selama ini kita jalani di kota.
Mengapa Harus Salaman dan Pelukan Langsung?
Sentuhan fisik saat sungkeman dapat memicu hormon oksitosin (hormon cinta) secara signifikan. Hal ini menjadi bentuk pelepasan batin yang membantu mengurangi hormon kortisol (stres) yang menumpuk selama setahun bekerja di kota.
Uang THR dan oleh-oleh bukan sekadar ajang pamer, melainkan bentuk timbal balik. Ini menjadi simbol bahwa keberhasilan di perantauan tidak lepas dari doa keluarga di kampung halaman.
Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa kampung halaman merupakan tempat untuk mengisi ulang energi batin sebagai bekal menjalani kehidupan selama satu tahun ke depan.

