Sekitarbandung.com – Dulu, museum sering mempunyai image yang agak kaku. Tempat ini lebih identik dengan tugas sekolah, benda berdebu, dan suasana yang sangat sepi.
Tetapi belakangan ini, museum mulai mencari cara baru agar lebih dekat dengan generasi muda. Bukan hanya tentang koleksi, tetapi juga tentang experience.
Salah satu program yang baru diluncurkan oleh MCB (Museum dan Cagar Budaya), yaitu Museum Passport. Jadi sekarang, pengunjung bisa mengumpulkan cap atau stempel dari museum dan cagar budaya yang mereka datangi.
Konsepnya mirip seperti paspor perjalanan. Bedanya, ini versi wisata sejarah dan setiap museum mempunyai desain cap yang berbeda-beda.
Kelihatannya memang sederhana, tetapi justru itu yang membuatnya menarik. Karena sekarang orang suka sesuatu yang bisa dikoleksi, disimpan, dan mempunyai cerita personal.
Baca Juga: Museum dengan Sejarah Bucin, Bukti Cinta Ir. Soekarno pada Dewi Sukarno
Mulai dari bangunan heritage, desain jadul, hingga tren visual, tanpa sadar pergi ke museum jadi terasa lebih seru. Ada rasa penasaran untuk datang ke tempat baru.
Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, yaitu hanya untuk menambah satu cap lagi di buku paspor aesthetic dengan gaya pre-internet yang kembali populer.
Menariknya, ini juga jadi cara untuk menunjukkan kalau generasi sekarang sebenarnya tidak anti sejarah. Kita hanya lebih suka pengalaman yang terasa interaktif dan tidak terlalu formal.
Untuk mulai merasakan pengalaman baru ini, paspor museum bisa mulai didapatkan di toko suvenir MCB dan rencananya juga akan diedarkan ke toko-toko buku seluruh Indonesia pada 16 Juni 2026 mendatang.
Hingga hari ini, ada sebanyak 18 museum dan 34 cagar budaya di bawah naungan MCB yang siap untuk mewujudkan program baru yang seru ini.
Baca Juga: 8 Museum untuk Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Wisata di Parijs van Java atau Kota Bandung

