Sekitarbandung.com – Pernah mendengar ada negara yang dahulunya paling kaya, tetapi sekarang bangkrut dan tanahnya hancur total? Inilah negara Nauru.
Pada sekitar tahun 1970-an, pulau kecil ini mempunyai pendapatan per kapita tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Rahasia kekayaannya agak menjijikkan, yaitu kotoran burung camar laut yang menumpuk selama ribuan tahun dan mengkristal menjadi endapan fosfat.
Fosfat sendiri merupakan bahan baku utama pupuk yang diincar dunia. Nauru pun mengeruk daratannya habis-habisan demi uang instan bernilai triliunan rupiah.
Tetapi uangnya justru digunakan untuk foya-foya. Warganya membeli mobil sport mewah, padahal keliling seluruh pulaunya hanya membutuhkan waktu 20 menit menggunakan mobil.
Baca Juga: Denmark Konsisten Jadi Negara dengan Tingkat Korupsi Terendah selama Bertahun-tahun
Pemerintahnya lebih ngawur lagi. Mereka memborong pesawat, membeli hotel mewah di luar negeri, hingga mendanai drama musikal gagal di London.
Pada tahun 90-an, petaka datang, yaitu fosfatnya habis. Sebanyak 80 persen daratan pulau hancur menjadi tebing karang tajam yang tidak bisa ditinggali atau ditanami.
Dana investasi negara dikorupsi hingga habis. Nauru pun jatuh miskin. Warga yang terbiasa hidup secara instan kini harus bertahan dengan makanan kaleng impor murahan.
Dampak klinisnya mengerikan. Karena hilangnya pangan lokal dan gaya hidup sedenter, Nauru kini memegang rekor tingkat obesitas dan diabetes tipe 2 tertinggi di dunia.
Fenomena ini disebut sebagai Resource Curse (Kutukan Sumber Daya). Uang kaget dari alam justru menghancurkan masa depan ekologi dan metabolisme suatu bangsa.
Baca Juga: Begini Perjalanan Singapura Sebelum Jadi Negara Terbersih di Asia Tenggara

